Trump Naikkan Pajak Barang dari Eropa, Ada Angin Apa?

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 25 Jun 2020 10:35 WIB
Trump-Twitter: Rencana perintah eksekutif Trump dan penegasan Twitter akan terus menunjukkan informasi tak benar terkait pemilu di dunia
Foto: BBC World
Jakarta -

Pemerintah Amerika Serikat (AS) tengah mempertimbangkan tarif pajak baru atau bea masuk terhadap barang-barang ekspor dari Eropa. Menurut Kantor Perwakilan Dagang AS, rencananya 30 produk dari Eropa akan dikenai tarif baru sekitar US$ 3,1 miliar. Adapun barang-barang yang sedang dipertimbangkan untuk dinaikkan tarifnya adalah zaitun, coklat, kopi, bir, minuman beralkohol gin, beberapa truk hingga mesin.

Sebelumnya, AS sudah memasang tarif 15-25% atau senilai US$ 7,5 miliar untuk barang-barang Eropa. Kali ini, AS ingin menaikkan tarif tersebut menjadi sebanyak 100% akibat dari perselisihan yang kian memburuk oleh kedua belah pihak tersebut. Sebagaimana diketahui, AS-Eropa memang tengah berselisih terkait subsidi pemerintah kepada produsen pesawat.

Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) pun tampak memihak pada AS. Sebab menurut WTO, Uni Eropa kerap membantu Airbus dengan jumlah subsidi yang tidak adil yang merugikan penjualan jet berbadan lebar dari Boeing yang berbasis di AS. Keputusan itu membuka jalan bagi AS untuk mengenakan tarif pada barang-barang Eropa.

Untuk itu, Uni Eropa pun mengancam akan mengenakan tarif serupa untuk barang-barang AS sebagai balasan atas putusan sebelumnya. Uni Eropa pun mengkritik rencana pengenaan tarif baru AS kepada barang-barang ekspornya. Menurut Uni Eropa, rencana AS tersebut telah melampaui apa yang diizinkan oleh WTO.

"Ini menciptakan ketidakpastian bagi perusahaan dan menimbulkan kerusakan ekonomi yang tidak perlu di kedua sisi. Apalagi ini terjadi di tengah kesulitan ekonomi setelah krisis COVID-19," kata Uni Eropa dalam pernyataan resmi mereka dikutip dari CNN Business, Kamis (25/6/2020).

Satu-satunya cara untuk menyelesaikan perselisihan tersebut adalah negosiasi. Uni Eropa berencana membuat proposal untuk menyelesaikan sengketa pesawat sebelumnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2