Wawancara Khusus Mari Pangestu (1)
Bonded Zone Plus untuk Jabotabek
Selasa, 27 Des 2005 12:57 WIB
Jakarta - Masalah pelayanan selalu menjadi alasan klasik enggannya investor masuk ke Indonesia. Untuk itu, Departemen Perdagangan berniat untuk memperbaiki mekanisme-mekanisme pelayanan yang diarahkan lebih baik dan lebih cepat. Dan salah satu cara untuk memberi pelayanan lebih baik di bidang arus barang adalah dengan menerapkan konsep bonded zone plus.Konsep itu kini sudah diterapkan untuk Batam sebagai salah satu kawasan percontohan. Dan setelah Batam, Jabotabek pun tengah dilirik untuk dijadikan bonded zone plus.Sebenarnya, apa saja yang sudah dilakukan Depdag sepanjang tahun 2005 ini. Dan apa saja yang akan dilakukan pada tahun 2006 mendatang.Berikut petikan wawancara khusus yang dilakukan detikcom dengan Mendag Mari Pangestu di ruang kerjanya, lantai 3 Gedung Depdag, Jalan Ridwan Rais, Jakarta.Wawancara khusus yang dilaksanakan Senin (26/12/2005) sore tersebut dilakukan dengan suasana yang cukup hangat dan berlangsung hampir selama 1 jam. Berikut cuplikan wawancara dengan Mari Pangestu:Evaluasi selama 2005, apa saja hal yang sudah dicapai departemen perdagangan?Pertama, dari segi perdagangan luar negeri tahun ini, syukurlah kinerja ekspor cukup baik. Januari sampai Oktober 2005 pertumbuhannya dibanding periode sebelumnya mencapai 18 persen. Diprediksi pertumbuhan ekspor sepanjang tahun 2005 year on year 15 persen bisa dipertahankan.Ini berita baik pertumbuhannya lebih baik dari tahun-tahun lalu dari 2000-2004 yang rata-rata tumbuh 5 persen. Pada 2004 hanya 10-15 persen. Setelah dipelajari pertumbuhan ekspor di 2005 karena harga komoditi sedang baik. Tantangan tahun depan adalah mempertahankan angka pertumbuhan ekspor ini. Kuncinya harus ada peningkatan investasi bila tidak terjadi maka tak mungkin ada peningkatan investasi.Dalam ketentuan ekspor impor sudah banyak yang tidak diatur lagi. Meski begitu, bagi yang masih ada tata niaganya akan diperbaiki syarat, implementasi cara berlakunya seperti di gula, beras dan rotan.Kedua, Pencapaian lain ialah dalam kerjasama perdagangan internasional dimana kita mulai lakukan negosiasi kerjasama dengan Jepang, di regional sudah mulai tahun ini yakni ASEAN-Cina dan yang sudah selesai ASEAN-Korea. Masih ada lagi beberapa yang masih tahap negosiasi.Selain itu keberhasilan kerjasama ASEAN seperti ASEAN Single Window 2008 serta standar recondition arrangement dan tentu saja keberhasilan yang baru saja ialah pertemuan WTO di Hong Kong. Kami juga telah lakukan promosi dan kunjungan bilateral seperti Middle East, Eropa, Cina, dan Jepang dalam rangka perbaikan akses pasar.Ketiga, dalam negeri telah dicapai memperbaiki tugas pokok Depdag yakni menjaga kestabilan harga bahan pokok, perbaikan koordinasi distribusi serta melakukan langkah antisipasi ketersediaan bahan pokok dan memantau kenaikan harganya secara terus menerus mengingat momen lonjakan harga ditahun ini bukan hanya lebaran, Natal dan tahun baru ditambah kenaikan BBM dua kali.Keempat tingkatkan efisiensi pelayanan departemen perdagangan. Masih ada perizinan yang masih dikeluarkan departemen ini. Kita review dan rencana implementasi tahun depan bagaimana ada deregulasi sehingga ada penyederhanaan perizinan. Ada 3 perizinan yang akan dihapus bulan januari 2006. Kelima Kordinasi dengan departemen lain mencari pola dan model kerja sehingga pelayanan lebih baik dan cepat kepada in-out goods. Untuk itu dengan depkeu kita buat konsep bonded zone plus dengan proyek percontohan Batam.Kalau berjalan baik kita akan terapkan ke daerah yang banyak konsentrasi ekspor dan memerlukan kecepatan arus in-out goods terutama pilihan selanjutnya diterapkan di Jabotabek. Demi kecepatan yang digunakan sistem push audit sehingga tidak perlu pengecekan setiap kali.Namun kini kita sedang evaluasi tentang batam bonded zone plus yang baru berlaku 1 Oktober 2005 ini dengan rapat pada hari ini (27/12/2005) karena ada satu-dua hal yang perlu diperbaiki.Yang telah dilakukan depdag dalam sisi internal kita pisahkan diri dari Departemen Perindustrian, lalu tetapkan eselon 1 dan2 dimana pemisahan pegawai membutuhkan waktu 8 bulan baru tuntas. Ke depan sesuai arahan Presiden membentuk good governance anti corruption. Selain itu kami telah selesai menyusun renstra (rencana strategis). Agar para petugas public ini memberi layanan yang baik kesejahteraanya juga diperbaiki dalam konteks PNS.
(qom/)











































