Diduga Mafia Beras, 100 Karyawan Bulog Terancam Dipecat Buwas

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 26 Jun 2020 05:38 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) melakukan kunjungan ke Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta. Ia pastikan stok jelang Ramadhan aman.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Sebanyak 100 karyawan Perum Bulog terancam dipecat. Direktur Utama (Dirut) Bulog Budi Waseso atau Buwas sedang mengambil 'ancang-ancang' untuk memecat 100 karyawannya karena diduga menjadi bagian dari mafia beras.

"Potensinya iya (dipecat) karena ini orang-orang yang sudah sulit diubah. Berpikirnya sudah luar biasa, justru ini bagian dari mafia itu yang ada di internal Bulog," ungkap Buwas di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (25/6/2020).

Tak hanya berpotensi kehilangan pekerjaan, saat ini Buwas juga sedang meminta bantuan Polri untuk mengkaji penindakan hukum bagi mereka.

"Kemarin saya evaluasi terakhir maka ini yang harus saya sikapi. Saya sedang minta bantuan kajian hukum dari Polri mengenai permasalahan ini, jadi saya minta menganalisa karena ini memang harus kita lakukan," kata mantan Kabareskrim tersebut.

Buwas menegaskan, 100 karyawannya tersebut tak bisa lagi ditoleransi karena hanya menjadi beban bagi perusahaan.

"Ini tidak bisa ditoleransi lagi karena ini yang membebani dari perusahaan itu sendiri. Sekarang perusahaan ini terbebani oleh manusia-manusia yang seperti itu, tapi tidak seluruhnya. Justru yang kecil ini harus kita bersihkan, karena kalau tidak menular jadi penyakit menular," tandas Buwas.



Simak Video "Iqlima Kim Blak-blakan soal Depak Razman sebagai Pengacara"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)