Kunjungi Tuban, Mentan Ajak Petani Maksimalkan Mesin Pertanian

Ainur Rofiq - detikFinance
Jumat, 26 Jun 2020 19:22 WIB
Syahrul Yasin Limpo
Foto: Ainur Rofiq
Tuban -

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan lawatan kerja ke Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Dalam kunjungan tersebut, Syahrul mengajak petani untuk menggunakan alat dan mesin pertanian seiring dengan kemajuan teknologi. Hal ini dinilai sangat penting untuk menggenjot produksi pangan.

"Petani harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi dan memaksimalkan penggunaan alat mesin pertanian. Hal ini sangat penting guna menggenjot produksi pangan kita hari ini. Pemanfaatan alsintan secara optimal dapat membantu mengurangi losses, menghindari kehilangan 9-10 persen. Kalau pakai mesin, kita tekan di bawah 3 persen," tutur Syahrul, Jumat (26/6/2020).

Syahrul mengatakan dalam mengurus pertanian diperlukan upaya dan kerja keras bersama dari seluruh pihak agar pertanian terus bergerak dan berakselerasi dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. Ia juga menegaskan jika pertanian akan terus mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan teknologi dalam hal termasuk penggunaan alat dan mesin pertanian.

Seperti pelayanan jasa alsintan yang dapat berupa jasa sewa alsintan, jasa olah tanah, jasa tanam, jasa panen dan jasa simpan pinjam. Selain itu, ada juga Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA) sebagai lembaga ekonomi pedesaan yang bergerak di bidang pelayanan jasa yang dapat dioptimalkan untuk penggunaan alsintan. Sehingga, mendapatkan keuntungan usaha baik di dalam maupun di luar kelompok tani sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok tani.

"Keberadaan UPJA di daerah sentra produksi tidak saja menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan kebutuhan alsintan bagi petani untuk mengolah lahan pertanian, pengairan, panen dan pascapanen, tapi juga menjadi solusi dalam mengatasi kelangkaan tenaga kerja di pedesaan.''ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Syahrul juga melakukan kegiatan Tanam Padi di Desa Ngadirejo, Kecamatan Widang. Ia juga meninjau lokasi pilot percontohan Model Pertanian Modern Berbasis Mekanisasi yang dikelola UPJA Tani Karya Mandiri, di Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel.

Sementara itu, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Sarwo Edhy menjelaskan strategi pengembangan alsintan melalui sistem kelembagaan UPJA memiliki pertimbangan, yaitu kemampuan petani dalam mengolah lahan usaha tani terbatas (0,5 ha/MT). Selain itu pengelolaan Alsintan secara perorangan kurang efisien dan juga kemampuan permodalan usaha tani lemah yang mengakibatkan pengelolaan usaha tani menjadi tidak efektif dan tidak efisien.

"Maka UPJA merupakan satu-satunya alternatif guna membantu petani dalam menjalankan proses usaha taninya," Jelas Sarwo Edhy.

Seperti Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban yang memiliki lahan sawah seluas 2.809 hektar. Kecamatan ini memiliki 16 gapoktan serta 72 poktan. UPJA Tani Karya Mandiri memiliki anggota yang berasal dari Desa Karangtinoto, Desa Tambak Rejo, Desa Bulurejo, Desa Kanorejo, Desa Sawahan, Desa Ngadirejo dan Desa Prambon Wetan yang total luas wilayah kerjanya mencapai 1.739 hektar.

Peralatan yang dimiliki UPJA Tani Karya Mandiri terdiri dari 3 unit traktor roda empat, 2 unit rice transplanter, 2 unit combine harvester, 1 unit excavator, 6 unit traktor roda dua. Selain peralatan yang dimiliki UPJA dan kelompok tani juga mengelola 5 unit pompanisasi, 4 unit traktor roda dua, 2 unit rice transplanter, 1 unit corn planter dan 2 unit cultivator.

Melihat hal tersebut, Sarwo Edhy sangat mengapresiasi hadirnya UPJA Tani Karya Mandiri, karena UPJA ini dapat membantu menghidupkan pertanian di 7 desa di Kecamatan Rengel.

"Pertanian membutuhkan kehadiran UPJA-UPJA lain seperti Tani Karya Mandiri, yang dapat mengelola dengan baik penyewaan dan mengoptimalkan penggunaan alsintan serta terus mengembangkan beragam usahanya hingga menyerap banyak tenaga kerja," ujar Sarwo Edhy.

UPJA dapat melakukan kegiatan ekonomi dalam bentuk pelayanan jasa alsintan yang terdiri dari penanganan budidaya seperti jasa penyiapan lahan dan pengolahan tanah, penyaluran air irigasi yang dapat berkolaborasi dengan HIPPA, penanaman, pemeliharaan, perlindungan tanaman termasuk pengendalian hama penyakit maupun kegiatan panen, pasca panen serta pengolahan hasil pertanian seperti jasa pemanenan, perontokan, pengeringan dan penggilingan padi, termasuk mendorong pengembangan produksi dalam rangka peningkatan nilai tambah, perluasan pasar, daya saing dan perbaikan kesejahteraan petani.

Di sisi lain, bantuan alsintan untuk Kabupaten Tuban sendiri dilakukan bertahap. Tahun 2019 total bantuan alsintan yang diberikan sebanyak 273 unit senilai Rp 4.476.728.615 dengan rincian, 6 unit traktor roda 4,29 unit traktor roda 2, 138 unit pompa air, 20 unit cultivator, dan 80 Hand Sprayer

Sedangkan di Tahun 2020, bantuan alsintan yang diberikan total 156 unit, senilai Rp 3.927.151.000. Bantuan itu terdiri dari 4 unit traktor roda 4, 53 unit traktor roda 2, 44 unit pompa air, 8 unit cultivator, dan 47 unit hand sprayer.

Diserahkan juga secara simbolis 401 Polis Asuransi AUTP periode Januari - Juni 2020 total 27.269,67 Ha, serta Simbolis penyerahan Klaim AUTP periode Januari - Juni 2020 Rp 783.120.000 (total untuk 130,52 Ha). Hadir pula pada kunjungan tersebut Menteri Pertanian yang didampingi oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Anggota Komisi IV DPR RI Dapil IX, Bupati Tuban Fatkhul Huda, Kapolres AKBP Ruruh Wicaksono, Dandim Tuban Letkol Inf Viliala Romadlon.



Simak Video "Kementan RI Yakin Petani Indonesia Bisa Hadapi New Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mul)