5 Alasan China Tetap Kirim 500 Pekerja ke RI Meski Ada Penolakan

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Sabtu, 27 Jun 2020 07:30 WIB
Ilustrasi bendera China/ebcitizen.com
Foto: Internet/ebcitizen.com
Jakarta -

Pengiriman 500 tenaga kerja China ke proyek pembangunan fasilitas pemurnian nikel di Konawe, Sulawesi Tenggara menimbulkan polemik. Pasalnya, sempat terjadi penolakan dari masyarakat meskipun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara sudah mengizinkan tenaga kerja China masuk.

Kedutaan Besar China untuk Indonesia pun buka suara membeberkan alasan memperkenankan 500 tenaga kerja China ke Sulawesi Tenggara meski ada aksi penolakan. Apa alasannya?

Pertama, para pekerja-pekerja ini dipastikan bebas dari virus Corona, meskipun China diketahui sebagai episentrum awal virus ini.

Kedua, perusahaan China akan tunduk pada semua aturan yang berlaku di Indonesia. Ketiga, para pekerja tersebut merupakan tenaga teknis dengan kontrak kerja sebentar.

"Sebelum kedatangannya, mereka akan jalani tes COVID-19 dan memiliki sertifikat kesehatan. Kelompok ini merupakan pekerja teknik, dalam jangka waktu setengah tahun. Tiongkok akan tunduk pada aturan di Indonesia," ujar Konselor Bidang Ekonomi dan Bisnis Kedubes China untuk Indonesia Wang Liping dalam video conference bersama wartawan, Rabu (24/6/2020).

Keempat, para tenaga kerja ini didatangkan bertahap ke Indonesia, setiap perjalanan juga akan didampingi tenaga medis. Kelima, sudah mendapat lampu hijau dari pemerintah pusat maupun daerah.


"Diketahui bahwa pekerja Tiongkok sudah disetujui pemerintah pusat dan pemerintah daerah di industri di Sulawesi. Mereka akan datang secara bertahap dalam waktu dekat, dan akan datang didampingi staf medis," terang Wang.

Wang meminta masyarakat di Indonesia tak perlu khawatir karena perusahaan tempat para tenaga kerja tersebut bekerja menerapkan aturan ketat mencegah virus Corona. Dia kembali menegaskan para pekerja akan dinyatakan bersih dari virus Corona.

Sebelum terbang ke Indonesia, para pekerja akan dites COVID-19, mereka juga akan melindungi dirinya selama perjalanan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Mungkin ada teman-teman yang khawatir terhadap resiko personel dari luar negeri, yang ingin saya sampaikan perusahaan Tiongkok telah serap pengalaman lawan pandemi yang sukses. Sebelum masuk ke Indonesia, mereka juga akan melakukan tes COVID-19, dan melindungi diri sendiri selama perjalanan supaya bebas virus. Maka teman-teman bisa lega hati," papar Wang.



Simak Video "Memanas! AS Batasi Aktivitas Perjalanan Diplomat China"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)