Pemerintah Lepas Saham Garuda Tahun Depan

Pemerintah Lepas Saham Garuda Tahun Depan

- detikFinance
Selasa, 27 Des 2005 19:56 WIB
Jakarta - Indonesia kembali akan kehilangan BUMN-nya. Sebab, tahun depan pemerintah sudah berancang-ancang untuk menjual sebagian sahamnya di PT Garuda Indonesia.Keputusan ini dilakukan maskapai penerbangan Garuda dapat bersaing di ketatnya persaingan global."Pada dasarnya, Garuda akan disarankan lebih terbuka untuk kemungkinan masuknya investor strategis. Itu intinya," ujar Menneg BUMN Soegiharto usai Rakor menganai Garuda di Departemen Keuangan, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (27/12/2005).Namun, Sugiharto menambahkan, penjualan saham ini harus disetujui DPR. Ketika disinggung wartawan, berapa nilai saham yang akan dilepas, Sugiharto mengatakan hal itu mengacu pada UU No 1/1967. Dalam UU itu diatur, kepemilikan saham asing maksimal 49% dan tidak boleh ada penerbangan asing yang beroperasi di Indonesia."Tapi kita belum sejauh itu, kita tentunya akan minta dengan persetujuan DPR dan Presiden agar Garuda terbuka bagi kemungkinan aliansi strategi dari penerbangan internasional," jelas Sugiharto.Sugiharto menjelaskan, aliansi strategis tersebut tidak hanya maskapai penerbangan internasional tetapi juga maskapai penerbangan domestik. Metode aliansi strategis, lanjutnya, hanya bisa initial public offering (ITO) penawaran tahap perdana maupun privatisasi. "Garuda itu peminatnya banyak. Kayaknya Garuda itu seperti gadis cantik, yang berminat banyak. Kita buka kesempatan baik dari financial investor maupun airline company. Tapi lebih baik dari airline company supaya ada culture migration," tutur Sugiharto.Menurutnya, keputusan aliansi strategis Garuda ini untuk menghadapi fenomena global mengenai airline dan menyusul adanya kesepakatan di antara negara ASEAN tentang open sky policy. "Jadi langkah-langkah apa yang akan diambil sehubungan dengan fenomenal global itu. Karena ada 30 sampai 40 pesawat airbus dari Dubai dan Qatar yang akan berebut pangsa pasar di dalam negeri," jelas Sugiharto.Sementara itu Menteri Perhubungan Hatta Radjasa mengatakan, selain masalah keuangan, pihak Garuda juga harus mengubah corporate culture-nya. Garuda itu, lanjutnya, harus memiliki corporate yang mampu mengatasi persaingan global. "Kenapa karena tidak bisa dicegah bahwa nanti tahun 2007-10 akan terjadi integrasi antara pariwisatra dan air travel. Jadi kita tidak bisa lagi cuma jadi jago kandang. Kita harus berubah menjadi maskapai penerbangan yang siap untuk bersaing tidak hanya di wilayah ASEAN, tapi juga global," jelas Hatta.Hatta mejelaskan, Garuda yang memiliki 28 rute domestik bisa meraup keuntungan. "Seharusnya Garuda bisa untung. Karena juga memiliki harga tiket yang bersaing," tandasnya. (ary/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads