Setelah Unilever, Giliran Starbucks Boikot Iklan di Facebook

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 29 Jun 2020 13:15 WIB
starbucks
Foto: Istimewa
Jakarta -

Starbucks akan menghentikan iklan di semua media sosial (medsos). Hal ini dilakukan sebagai tanggapan terhadap kampanye menolak ujaran kebencian yang terjadi di berbagai medsos seperti Facebook, Instagram, dan Twitter.

Starbucks mengatakan meskipun menghentikan iklan sementara, ia tidak bergabung dengan kampanye boikot #StopHateForProfit.

Sejak awal bulan ini tengah ramai perbincangan di berbagai medsos terkait unggahan membahas kondisi politik dan pemilu yang akan berlangsung di AS dengan embel-embel ujaran kebencian.

Perusahaan kopi ini akan melakukan diskusi internal dengan media dan organisasi hak sipil untuk menghentikan penyebaran ujaran kebencian. Namun, Starbucks mengaku akan tetap memposting konten di media sosialnya, namun bukan sebagai iklan berbayar.

"Kami percaya dapat menentang ujaran kebencian dengan menyatukan berbagi komunitas meskipun secara online. Banyak yang dapat dilakukan untuk menghentikan ujaran kebencian. Para pemimpin bisnis perlu bersatu untuk mempengaruhi perubahan nyata di media sosial," kata Starbucks dikutip dari CNBC, Senin (29/6/2020).

Juru bicara Starbucks mengatakan pemberhentian iklan di media sosial ini tidak akan termasuk di YouTube, yang dimiliki oleh Google.

Starbucks adalah pengiklan besar yang baru mengumumkan akan mencabut iklannya di media sosial. Sebelumnya, Jumat pekan lalu Coca Cola telah menghentikan iklan di semua medsos. Sementara Unilever juga akan menghentikan iklannya di medsos hingga 31 Desember. Bahkan perusahaan minuman Diageo juga menghentikan iklannya.

Kini lebih dari 100 perusahaan termasuk Levi's, Patagonia, REI, Lending Club, dan The North Face telah mengumumkan niat mereka untuk menghentikan iklan di berbagai medsos.



Simak Video "Duh! Pegawai Starbucks Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)