Bocoran Sharing Beban BI-Pemerintah Bereskan Dampak Corona

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 30 Jun 2020 08:30 WIB
Dampak Corona ke Ekonomi
Foto: Dampak Corona ke Ekonomi (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk berbagi beban (sharing burden) dalam memperbaiki perekonomian nasional usai terdampak virus Corona alias COVID-19. Berbagai beban ini dalam hal beban utang.

Berdasarkan Perpres Nomor 72 Tahun 2020, pemerintah menetapkan defisit anggaran 6,34% atau setara Rp 1.039,2 triliun. Dari angka itu, pemerintah akan memenuhinya melalui pembiayaan utang sebesar Rp 903,46 triliun. Pembiayaan ini yang beban bunganya ditanggung bersama antara pemerintah dan BI.

"Sudah disampaikan untuk hal-hal yang sifatnya berhubungan dengan public goods langsung akan dilakukan burden sharing, yaitu untuk bidang kesehatan, perlindungan sosial, dan dukungan sektoral pemda akan kita burden sharing dengan BI," kata Sri Mulyani di ruang rapat Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (29/6/2020).

Asal tahu saja, pembiayaan yang bersifat public goods totalnya sekitar Rp 397,6 triliun yang tertuju pada sektor kesehatan, perlindungan sosial, sektoral, kementerian lembaga, dan pemda. Sedangkan yang bersifat non public goods sebesar Rp 505,86 triliun, yang tertuju pada UMKM, korporasi non UMKM.

Berdasarkan bahan paparan Menteri Keuangan di Komisi XI DPR, ada empat skema burden sharing yang akan dilakukan pemerintah dan BI. Pertama, kata Sri Mulyani, untuk pembiayaan public goods beban bunganya ditanggung BI 100%.

Kedua, kelompok non-public goods untuk UMKM beban bunganya akan ditanggung pemerintah menggunakan BI reverse repo rate dikurangi diskon 1%. Ketiga, kelompok non-public goods korporasi non UMKM, beban bunganya akan ditanggung pemerintah menggunakan BI reverse repo rate. Keempat, non-public goods lainnya akan ditanggung beban bunganya 100% oleh pemerintah.

Dari empat skema itu, tercatat juga dengan asumsi market rate 7,36%, maka beban bunga utang atas dampak COVID-19 adalah Rp 66,5 triliun per tahun. Sesuai skema burden sharing maka BI menanggung Rp 35,9 triliun atau 53,9% dari dari total beban bunga utang.

Namun, setelah memperhitungkan tambahan remunerasi sebesar Rp 1,1 triliun, maka beban bunga utangnya sebesar Rp 67,5 triliun per tahun. Sementara beban bunga utang yang ditanggung BU menjadi 54,8% atau setara Rp 37,0 triliun.



Simak Video "Ini Sebaran Kasus Positif Corona di 34 Provinsi Hari Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/eds)