Pria Putus Sekolah Ini Mendadak Jadi Orang Tajir di Jepang

Dana Aditiasari - detikFinance
Selasa, 30 Jun 2020 13:38 WIB
Masatoshi Kumagai
Foto: Masatoshi Kumagai (Istimewa/Forbes)

GMO Internet melaporkan rekor penjualan bersih 53,6 miliar yen (sekitar US$ 490 juta) untuk kuartal pertama tahun ini, naik 14,6% dari tahun sebelumnya. Perusahaan menghubungkan kenaikan pertumbuhan infrastruktur internet perusahaan dengan peningkatan konsumsi internet karena banyak masyarakat berada di rumah, serta layanan perdagangan valuta asing.

Kumagai, yang berusia 57 tahun, mendirikan GMO Internet, sebuah perusahaan multimedia, pada 1991. Delapan tahun kemudian, perusahaan itu go public di Jepang, menjadi salah satu perusahaan internet paling awal yang terdaftar di negara itu.

Sebagian besar kekayaan Kumagai berasal dari sahamnya di GMO Internet. Menurut situs web GMO Internet, Kumagai menemukan internet setelah membaca artikel tentang hal itu pada tahun 1994.

"Saat saya membaca artikel itu, saya sangat merasa bahwa internet akan mengubah hidup kita dan menjadi infrastruktur sosial," tulisnya.

Tidak seperti kebanyakan orang tajir Jepang lainnya, Kumagai pernah putus sekolah.

"Saya malu pada diri saya sendiri," katanya di situs webnya. "Saya tidak belajar sama sekali karena saya yakin, tanpa alasan yang baik, bahwa saya bisa mencapai apa pun."

Setelah itu, Kumagai mengatakan bahwa dia menyadari kebutuhan untuk belajar ketika dia berusia 20 tahun, dan terus melakukannya secara mandiri. Sejak itu ia telah menulis beberapa buku.

Halaman

(dna/zlf)