Kemenkeu Sebut Kualitas SDM RI Belum Optimal

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 01 Jul 2020 17:15 WIB
Lecture room or School empty classroom with Student taking exams, writing examination for studying lessons in high school thailand, interior of secondary education, whiteboard. educational concept
Foto: iStock
Jakarta -

Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani mengungkapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia belum optimal, bahkan skor Program for International Student Assessment (PISA) menurun.

"Dari evaluasi di tahun 2020 kita bisa melihat kualitas SDM di Indonesia belum optimal, skor PISA kita malah turun, kompetensi guru antar wilayah belum merata, kemudian kita bisa mencatat porsi anggaran PAUD belum memadai hanya 0,2%" kata Askolani di ruang rapat Banggar DPR, Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Penurunan PISA, dikatakan Askolani berdasarkan hasil dari evaluasi pemerintah di tahun 2020. Padalah pada tahun ini pemerintah sudah melaksanakan beberapa kebijakan di sektor pendidikan. Antara lain, percepatan dan peningkatan kualitas sarana prasarana pendidikan oleh Kementerian PUPR.

Selanjutnya, meningkatkan kualitas dan keterampilan SDM melalui pendidikan vokasi, perluasan cakupan program bidikmisi melalui KIP Kuliah, perluasan cakupan Kartu Pra Kerja dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.

"Ini tentunya menjadi tantangan kita, dan tentunya kita punya program yang ada saat ini baik ini bidikmisi, KIP Kuliah, maupun di bidang lainnya termasuk pembangunan sarana dan prasarana sekolah ini menjadi evaluasi kita," jelasnya.

Dengan hasil evaluasi di 2020, Askolani mengungkapkan pemerintah akan mengambil beberapa kebijakan yang meningkatkan sektor pendidikan di 2021. Mulai dari transformasi kepemimpinan kepala sekolah, transformasi pendidikan dan pelatihan guru, pengajaran sesuai dengan tingkat kemampuan siswa, kemudian menetapkan standar penilaian global, serta kemitraan daerah dan masyarakat sipil.

Menurut Asko, pemerintah juga akan melanjutkan beberapa program yang mendukung peningkatan kualitas SDM di Indonesia, mulai dari program pelatihan vokasi, Kartu Pra Kerja, penguatan PAUD, hingga pemberian insentif seperti BOS, KIP, dan LPDP.

"Percepatan peningkatan kualitas sarana prasarana pendidikan yang sangat dibutuhkan khususnya di daerah terpencil dan penajaman KIP kuliah dan pendanaan pendidikan tinggi," ungkapnya.



Simak Video "Ma'ruf Amin: SDM Unggul Kunci Sukses di Tengah Persaingan Global "
[Gambas:Video 20detik]
(hek/fdl)