Paket Bundling Pelatihan Kartu Pra Kerja Dihentikan, Ada Apa?

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 02 Jul 2020 10:09 WIB
Ilustrasi Kartu Pra Kerja
Foto: Ilustrasi Kartu Pra Kerja (Tim Infografis: Luthfy Syahban)
Jakarta -

Project Management Officer (PMO /manajemen pelaksana) program Kartu Pra Kerja menghentikan paket pelatihan program Kartu Prakerja. Hal itu diketahui berawal dari informasi yang beredar.

Berdasarkan klarifikasi yang disampaikan oleh Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Pra Kerja Panji Winanteya Ruky, pelatihan yang dihentikan hanya yang berupa paket bundling.

"Bahwa yang dihentikan dari pelatihan Kartu Prakerja adalah pelatihan yang berbentuk paket bundling saja," demikian pernyataan Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Kamis (2/7/2020).

Manajemen pelaksana memastikan penghentian paket pelatihan tersebut tidak berdampak terhadap program Kartu Pra Kerja secara keseluruhan. Program tersebut tetap berjalan sesuai arahan Komite Cipta Kerja.

"Program pelatihan Kartu Prakerja memiliki ribuan jenis pelatihan yang variatif, dan paket bundling yang dihentikan ini hanya sebagian kecil dari seluruh pelatihan yang ditawarkan, sehingga peserta pelatihan tetap memiliki kebebasan untuk memilih jenis pelatihan sesuai minat dan kebutuhan mereka," jelasnya.

Lebih lanjut, penghentian khusus paket bundling hanya efektif dari tanggal 30 Juni dan tidak berlaku surut, sehingga insentif peserta yang dulunya mengambil paket pelatihan bundling akan terus berjalan seperti biasa.

"Mitra platform digital serta lembaga pelatihan yang telah menjual paket pelatihan bundling hingga 30 Juni pun tetap akan menerima pembayaran atas pelatihan yang telah diselenggarakannya," ujarnya.

Pihaknya menyampaikan bahwa pemberhentian tipe paket bundling Kartu Pra Kerja merupakan salah satu langkah dalam menerapkan tata kelola program yang baik, agar para peserta benar-benar mendapatkan manfaat dari program ini tanpa membatasi kebebasan mereka untuk memilih ribuan jenis pelatihan lainnya.



Simak Video "Pendaftar Kartu Pra Kerja Tembus 8,4 Juta Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/fdl)