Pasokan Listrik PLN 2006 Bertambah 1.000 MW
Rabu, 28 Des 2005 13:19 WIB
Jakarta - Perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan akan mendapat pasokan listrik sebesar 1.000 mega watt (MW) pada tahun depan. Pasokan listrik itu berasal dari pembangkit bahan bakar nonBBM."Ini merupakan upaya kita untuk melakukan diversifikasi energi. Kita mengharapkan dengan diversifikasi energi ini akan mengurangi cost production terhadap tingginya harga BBM," kata Sekretaris Perusahaan PLN, Harry Jaya Pahlawan di Hotel Grand Kemang Jakarta, Rabu (28/12/2005).PLN menurut Harry, akan berupaya melakukan diversifikasi energi dari BBM seperti pembangunan pembangkit listrik dengan menggunakan bahan bakar batubara maupun energi primer air dan geothermal.Adanya penggunaan bahan bakar nonBBM ini diharapkan akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Sehingga penggunaan BBM akan terus berkurang dan sampai tahun 2008 pemakaiannya hanya sekitar 5 persen.Penambahan pasokan listrik di tahun 2006 antara lain berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Renun di Sumatra Utara dan PLTA Musi Sumatra Selatan. Diversifikasi bahan bakar juga akan dilakukan untuk pembangkit listrik di Tanjung Jati Cilegon yang akan memulai operasinya di tahun 2006. Upaya diversifikasi ini kata Harry, akan menekan biaya produksi yang akan berpengaruh pada harga dasar listrik."Kalau memang penggunaan energi alternatif ini terus berlanjut, tentunya kenaikan tarif dasar listrik tidak perlu dilakukan," ujar Harry.
(ir/)











































