Pengusaha Prediksi Ekonomi RI Bisa Minus 6% 

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 03 Jul 2020 07:02 WIB
Ketua Umum Kadin Rosan P. Roeslani
Ketua umum Kadin Rosan Roeslani/Foto: Citra Nur Hasanah/20detik
Jakarta -

Kalangan pengusaha memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II tahun ini mengalami kontraksi parah. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bahkan menyebut jika ekonomi bisa minus 4% hingga minus 6%.

Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani mengungkapkan hal ini karena stimulasi penanganan COVID-19 masih berjalan lambat. Menurutnya penyerapan di berbagai bidang seperti kesehatan baru 1,54%, perlindungan sosial 28,63%, dan insentif usaha 6,8%.

"UMKM 0,06%, korporasi 0%, sektoral 3,65% ini akan membuat tekanan terhadap pemulihan kesehatan, jejaring pengaman sosial dan perekonomian menjadi lebih berat," kata Rosan dalam siaran pers, Kamis (2/7/2020).

Dia mengungkapkan lemahnya implementasi stimulus ini akan membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III kembali kontraksi di level pertumbuhan negatif sehingga secara teknikal Indonesia masuk dalam fase resesi ekonomi.

Sementara dari sisi perdagangan, angka surplus yang terjadi pada April dan Mei 2020 disebabkan adanya penurunan impor -18,6% pada April dan -42,2% pada Mei. Angka ini lebih tinggi dibandingkan penurunan ekspor -7% pada April dan -28,95% pada Mei.

Menurut Rosan, peran golongan bahan baku/penolong yang cukup berarti sekitar 70% dari total impor sampai akhir Mei tahun ini. Diperkirakan produksi dalam negeri untuk kepentingan konsumsi domestik dan ekspor akan terus terdampak untuk beberapa waktu ke depan.

Sementara itu dari sisi investasi, penurunan realisasi penanaman modal asing diperkirakan mengalami penurunan yang lebih dalam pada kuartal II. Sedangkan momentum kenaikan realisasi investasi dalam negeri belum bisa diharapkan mengingat rendahnya pertumbuhan kredit (2,68% per Mei 2020).

Ketidakpastian akibat pandemi COVID-19 ini tak hanya mempengaruhi arus perdagangan dan investasi, namun juga terhadap penurunan daya beli atau konsumsi dalam negeri. Misalnya penurunan indeks penjualan riil sebesar -16,9% pada April dan -22,9% pada Mei dan penurunan indeks keyakinan konsumen sebesar -33,8% pada April dan -39,3% pada Mei.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Erick Thohir Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Pulih 2022"
[Gambas:Video 20detik]