Kritik Anggaran Pertahanan, Faisal Basri: Pakai Bom Atom Kendalikan Virus?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 03 Jul 2020 20:46 WIB
Ekonom dan politikus
Foto: Muhammad Ridho: Ekonom Faisal Basri
Jakarta -

Ekonom Faisal Basri mengkritisi anggaran pertahanan yang tinggi, sekitar Rp 120 triliun, di tengah penanganan Corona. Faisal pun mempertanyakan besarnya anggaran tersebut.

"Kok kita tega-teganya waktu krisis anggaran pertahanan masih Rp 120 triliun. Memangnya mau pakai bom atom virus itu dikendalikan?" kata Faisal Basri dalam acara CNN Indonesia 'Jurus Jokowi Lawan Hantu Resesi' Jumat malam (3/7/2020).

Dia pun meminta agar anggaran pertahanan dipotong sampai separuhnya.

"Tolong anggaran pertahanan dipotong separuhnya," ujar Faisal.


Dia bilang, Indonesia tidak sedang memerangi negara lain. Ia pun kembali mempertanyakan jurus pengendalian Corona.

"Kita tidak sedang memerangi negara lain. Kita tidak sedang memerangi musuh-musuh yang nyata. Jadi saya lihat jurusnya jurus apa nih. Jurus serampangan," paparnya.

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Perpres Nomor 54 Tahun 2020. Perpres itu mengatur tentang Perubahan Postur dan Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2020.

Perpres itu merupakan tindak lanjut Perppu Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau dalam rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan.

Dalam Perpres itu, sejumlah anggaran kementerian dan lembaga pun dipangkas. Anggaran kementerian dan lembaga itu dipotong untuk dialihkan dalam rangka penanganan virus Corona. Salah satunya anggaran Kementerian Pertahanan, semula Rp 131 triliun, menjadi Rp 121 triliun.



Simak Video "Anggota DPR Ini Nilai RI Tak Mampu Biayai Perawatan Eurofighter Typhoon"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/hns)