Parah! Ekonomi Argentina Diramal Minus 12% dan Inflasi 40%

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 04 Jul 2020 20:20 WIB
A man walks past a currency exchange board in Buenos Aires financial district, Argentina August 30, 2018. REUTERS/Marcos Brindicci
Foto: dok. Reuters
Jakarta -

Akibat pandemi COVID-19, pertumbuhan ekonomi Argentina diramal mengalami kontraksi hingga 12% tahun ini.

Mengutip Reuters angka ini lebih buruk dibandingkan prediksi sebelumnya sebesar 9,4%. Hal ini diperparah dengan kebijakan pemerintah yang dinilai tidak efektif untuk melawan virus Corona.

Jajak pendapat yang dilakukan 41 analis ini menyebutkan inflasi Argentina bisa mencapai 40,7% tahun ini. Polling ini juga menyebut masih ada harapan pertumbuhan positif pada akhir kuartal 2020 ini.

Namun Argentina juga menemui kendala untuk restrukturisasi utang sekitar US$ 65 miliar akibat gagal bayar untuk obligasi pemerintah awal tahun ini.

Negara di wilayah Amerika Selatan itu saat ini sedang menyiapkan tawaran restrukturisasi utang kepada para kreditor.

Untuk nilai tukar rata-rata diprediksi mencapai 88 peso per dolar AS dan pada Desember 2020 122,5 peso per dolar AS.



Simak Video "Cabul Saat Rapat Virtual, Anggota Parlemen Argentina Dinonaktifkan"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/fdl)