Fakta-fakta Seputar Taksi Express Terancam Pailit

Soraya Novika - detikFinance
Minggu, 05 Jul 2020 07:38 WIB
Taksi Express Wuling
Foto: Khairul Imam Ghozali
Jakarta -

PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) yang mengelola Taksi Express kini tengah menghadapi tekanan terutama sejak adanya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Menurut Direktur Utama Taksi Express Johannes BE Triatmojo, sejak pemberlakuan PSBB, perseroan terpaksa menghentikan sementara operasional perusahaannya sejak 10 April lalu.

Adapun jenis kegiatan yang mengalami penghentian sementara antara lain, pembatasan operasional pada taksi reguler dan taksi premium baik di Jadetabek maupun luar kota, lalu layanan penyewaan kendaraan dan layanan limousine di Jakarta dan Bali serta layanan penyewaan bus di Jadetabek.

"Penghentian dan atau pembatasan operasional tersebut terutama disebabkan oleh adanya pemberlakuan PSBB dan penurunan permintaan atas layanan transportasi umum. Hingga kini kondisi penghentian dan atau pembatasan operasional ini masih berlangsung untuk segmen-segmen usaha perseroan dan entitas anak baik di Jadetabek maupun luar kota," kata Johannes kepada manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip dari keterbukaan informasi, Sabtu (4/7/2020).

Selain itu, Johannes juga angkat suara terkait penurunan jumlah karyawan dari 471 karyawan pada Desember 2019 menjadi 390 karyawan saat ini.

Menurutnya, penurunan jumlah karyawan merupakan bagian dari penyelesaian atas masa kontrak karyawan taksi express yang sejalan dengan pembenahan atau restrukturisasi internal perseroan yang dilakukan melalui konsolidasi operasi baik di kantor pusat maupun pool, sehubungan dengan kondisi bisnis yang menurun sebagai dampak dari pandemi COVID-19.

"Sejumlah 390 karyawan perseroan terkena dampak selain PHK yakni pemotongan gaji karyawan sebesar 40% dari total gaji per bulan yang diperkirakan akan berlangsung hingga periode yang belum dapat ditentukan saat ini," sambungnya.

Perseroan juga belum dapat menyampaikan rencana PHK dan atau pemotongan gaji dengan persentase yang lebih tinggi kepada karyawan, mengingat adanya ketidakpastian sehubungan dengan lama dan tingkat dampak pandemi COVID-19 ini.

"Namun, perseroan akan terus memantau perkembangan wabah COVID-19 ini dan terus mengevaluasi dampaknya di masa mendatang terhadap kinerja keuangan perseroan," tambahnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Taksi Express Jual Lahan di Sana-sini Buat Bayar Utang ke Bank"
[Gambas:Video 20detik]