Impor Beras Diputuskan 5 Januari
Rabu, 28 Des 2005 18:36 WIB
Jakarta - Pemerintah ternyata belum bisa mengambil keputusan yang tegas soal impor beras. Rencananya, masalah impor beras ini baru akan diputuskan pada 5 Januari 2006.Sementara untuk mengamankan stok beras selama Januari-Februari dibutuhkan 132 ribu ton beras. "Prioritas, kita mengadakan dari dalam negeri. Kalau tidak cukup baru impor," kata Mentan Anton Apriantono usai rapat paripurna sidang kabinet di Istana Presiden, Jalan Veteran, Jakarta, Rabu (28/12/2005).Menurut Anton, sampai akhir Januari 2006, stok Bulog diperkirakan hanya tersisa 868 ribu ton. Sementara stok minimal yang harus tersedia di Guabg Bulog adalah 1 juta ton.Anton yakin untuk 132 ribu ton itu bisa dipenuhi dari dalam negeri karena pada periode yang sama, ia memrediksi beras yang berada di petani dan masyarakat sekitar 1,7 juta ton.Sementara Menko Perekonomian Boediono mengatakan, bahwa kebijakan pemerintah adalah mengamankan stok beras untuk Januari dan Februari. Jumlah minimal yang tersedia adalah 1 juta ton. "Ini penting untuk memelihara stabilitas harga beras. Prioritas utama beras dari dalam negeri, kalau kurang baru mengimpor," kata Boediono.Ke depan, pemerintah akan melakukan evaluasi soal impor beras tiap 3 bulan. Evaluasi pertama akan dilakukan pada Juli 2006, setelah berlangsungnya panen raya.
(qom/)











































