RI Naik Kelas, Memang Ada Untungnya Buat Masyarakat?

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 05 Jul 2020 21:30 WIB
Presiden Joko Widodo memberi sambutan di sidang Terbuka ITB, Jumat (3/7/2020).
Presiden Joko Widodo
Jakarta -

Beberapa hari yang lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan Indonesia telah naik kelas dari sisi pendapatan nasional bruto (gross national income/GNI) per kapita. RI saat ini berada di kelas negara berpenghasilan menengah atas (upper middle income country) dari sebelumnya negara berpenghasilan menengah bawah (lower middle income country).

Direktur Eksekutif Institute Development of Economic and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menjelaskan ada beberapa manfaat dari kenaikan kelas tersebut. Pertama Indonesia terlihat semakin seksi bagi investor asing.

Dengan naiknya Indonesia ke kelas negara berpenghasilan menengah atas dapat diartikan dompet masyarakat Indonesia semakin tebal. Dengan ditambah jumlah penduduk yang begitu banyak, maka Indonesia dianggap menjadi pasar yang begitu menjanjikan.

"Karena kantongnya tebel, konsumsinya tinggi, sehingga kelas produk apapun yang masuk, dengan market yang besar akan terserap," tuturnya kepada detikcom, Minggu (7/5/2020).

Apalagi, lanjut Tauhid, konsumsi masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi yakni lebih dari 50%. Itu artinya lebih dari setengah pendapatan perkapita itu akan dihabiskan untuk konsumsi.

Dari sisi masyarakat akan diuntungkan dengan masuknya para investor asing ke Indonesia. Dengan begitu akan tercipta lapangan pekerjaan yang baru.

Pemerintah pun juga akan diuntungkan. Dengan lebih tingginya kelas Indonesia maka akan lebih mudah mendapatkan pinjaman. Dengan begitu pemerintah bisa melakukan ekspansi dari sisi fiskal.

Buka halaman selanjutnya>>>

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Jokowi Pimpin Upacara Peringatan Hari Pramuka Ke-59 di Istana"
[Gambas:Video 20detik]