Pemerintah Perbanyak Stimulus Fiskal dan Moneter Tahun 2006
Rabu, 28 Des 2005 22:26 WIB
Jakarta - Pemerintah berusaha mencegah berlanjutnya tren perlambatan pertumbuhan ekonomi yang terjadi selama tahun 2005 ke 2006. Upaya yang dilakukan yakni dengan memperbanyak stimulus fiskal pada semester I dan memberi stimulus moneter pada semester II tahun 2006."Ini stategi kita membalik tren penurunan pertumbuhan ekonomi menjadi naik," kata Menko Perekonomian Boediono usai sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (28/12/2005).Pelambatan yang terjadi pada 2005 menurut Boediono disebabkan adanya beberapa agenda yang belum berjalan, seperti pinjaman program sebesar Rp 9,9 triliun dan pinjaman proyek sebesar Rp 25,2 triliun. "Ini yang akan kita dorong pada 2006 nanti," ujarnyaUpaya memperbanyak stimulus fiskal pada semester I, dilakukan dengan mempercepat pelaksanaan berbagai proyek besar yang dibiayai oleh APBN, APBD, DIPA dan LN. Seperti 91 proyek infrastruktur yang ditawarkan pada Infrastruktur Summit I dan proyek lainnya di daerah.Pelaksanaan proyek di daerah, akan mendapat perhatian lebih. Sebab ternyata di daerah banyak alokasi dana yang belum tuntas terpakai. Padahal sebenarnya bisa dioptimalkan untuk menggerakkan perekonomian daerah bersangkutan. "Kita upayakan bagaimana caranya, dana nongkrong itu bisa kita gunakan dengan sasaran pada pengembangan ekonomi daerah," tambah Menko.Sementara untuk semester II, baru bisa diambil langkah moneter berupa penurunan suku bunga setelah berkoordinasi dengan BI. Turunnya suku bunga bank, diharapkan bisa mendorong tumbuhnya sektor riil dan mengundang investor."Dengan demikian, swasta bisa mengambil alih peran memberi dorongan fiskal yang pada semester I dilakukan pemerintah," jelas Boediono. Langkah pada semester I dan II di atas merupakan implementasi program percepatan pertumbuhan ekonomi. Tiga langkah lainnya untuk fokus APBN tahun 2006, adalah menekan laju inflasi hingga satu digit, mengurangi kemiskinan, dan memperbanyak lapangan kerja baru melalui proyek padat karya dan memperbaiki sistem pengiriman TKI.
(ddn/)











































