Target Penjualan Listrik 2006 Naik 50%

Target Penjualan Listrik 2006 Naik 50%

- detikFinance
Rabu, 28 Des 2005 23:37 WIB
Jakarta - PLN menargetkan kenaikan pendapatan dari penjualan listrik tahun 2006 sebesar 50 persen dibandingkan tahun ini. Peningkatan pendapatan itu diusahakan melalui penambahan subsidi pembelian bahan bakar minyak dari pemerintah atau kenaikan tarif dasar listrik. "Target peningkatan pendapatan tersebut telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN Dalam Rencana Kerja Anggaran PLN tahun 2006 target pendapatan dari penjualan listrik ditetapkan sebesar Rp 99,6 triliun, atau naik 50 persen dari target pendapatan 2005 sebesar Rp 61 triliun," kata Direktur Utama PLN Eddie Widiono di Jakarta, Rabu (28/12/2006).Peningkatan pendapatan harus dilakukan untuk menutup beban kenaikan harga BBM pembangkit listrik. Tahun ini, PLN harus menanggung beban kerugian Rp 14 triliun akibat kenaikan harga BBM dari Rp 2.200 menjadi Rp 4.740. Harga Rp 4.740 adalah harga pasar yang harus dibayar PLN sejak kenaikan BBM 1 Oktober 2005."Kami masih harus memastikan, berapa harga BBM yang akan didapat PLN tahun depan. Bila tidak ada kenaikan tariff listrik, PLN akan mengusahakan tambahan subsidi dari pemerintah sebagai alternatif untuk menaikkan pendapatan," ujar Eddie.PLN telah mengajukan empat skenario subsidi listrik dan kenaikan TDL 2006 kepada pemerintah pada awal Oktober lalu. Besarnya kenaikan tersebut berkisar 23-59 persen, yaitu subsidi Rp 25,510 miliar dengan TDL naik dari Rp 582 per kWh menjadi Rp 716 per kWh atau naik sebesar 23 persen, subsidi Rp 21.681 miliar dengan TDL Rp 753 per kWh (29 persen), subsidi Rp 12.980 miliar dengan TDL Rp 836 per kWh (39 persen), dan subsidi nol dengan TDL naik menjadi Rp 970 per kWh (59 persen).Dengan ditetapkannya subsidi untuk PLN sebesar Rp 15 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2006, maka sesuai skenario tersebut masih dibutuhkan kenaikan TDL untuk menutup biaya produksi. (ddn/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads