Tender Pipa Gas Kaltim-Jawa Dibuka Besok

Tender Pipa Gas Kaltim-Jawa Dibuka Besok

- detikFinance
Kamis, 29 Des 2005 00:39 WIB
Jakarta - Proyek pipanisasi Kalimantan Timur-Jawa bakal dilelang mulai Kamis besok (29/12/2005). Pembukaan tender ini dilakukan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH MIGAS) setelah terkatung-katung karena adanya polemik proyek itu ditenderkan atau tidak.Badan Pengatur Kegiatan Hilir Migas membuka lelang tender hak khusus pembangunan pipa sepanjang 1.219 kilometer tersebut. Pengumuman lelang, pendaftaran peserta dan pengambilan dokumen lelang akan dilakukan pada 16-27 Januari 2006."Proses tender proyek ini diharapkan selesai 31 Mei 2006, dan pipa bisa mulai beroperasi pada tahun 2009," ujar kata Kepala BPH MIGAS Tubagus Haryono kepada wartawan di Jakarta, Rabu (28/12/2005).Namun, diakui Tubagus, keputusan untuk membangun pipa gas dari Kaltim ke Jateng, masih menghadapi hambatan kurangnya cadangan gas yang tersedia. Cadangan gas yang ada di Kaltim, sebagian besar sudah terikat kontrak ekspor jangka panjang sampai tahun 2017. Sedangkan alokasi untuk dalam negeri sudah pas-pasan untuk pasokan ke industri pupuk dan pembangkit listrik. Dari kebutuhan gas sebesar 5,11 triliun kaki kubik untuk pasokan ke Jawa minimal selama dua puluh tahun, hanya ada 2,3 triliun kaki kubik gas yang siap didistribusikan. "Karena cadangan tidak cukup, harus segera diimbangi dengan kebijakan gas, yaitu memotong ekspor gas alam cair," tutur Tubagus. Kebijakan gas yang lebih mengutamakan kebutuhan domestic tersebut telah diawali oleh mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Aburizal Bakrie. Tanggal 2 Desember 2005, sehari sebelum diganti, Aburizal mengeluarkan surat agar pihak-pihak yang terkait dengan ekspor gas, tidak memperpanjang kontrak penjualan LNG maupun membuat kontrak baru ekspor LNG. Proyek pipanisasi gas Kaltim-Jateng adalah salah satu proyek infrastruktur yang pembangunannya diprioritaskan oleh pemerintah menyusul krisis bahan bakar minyak yang parah pada pertengahan tahun ini. Gas dari Kalimantan Timur akan menggantikan BBM sebagai bahan bakar utama industri industri di Pulau Jawa. Selain itu, dalam jangka panjang gas tersebut akan mencukupi kebutuhan rumah tangga. Jalur pipa sepanjang 1.219 kilometer itu akan mentransportasikan gas sebanyak 700-1.000 juta kaki kubik per hari dari lapangan-lapangan di Bontang, Kalimantan Timur ke Semarang, Jawa Tengah. Dari Semarang, gas akan didistribusikan melalui ruas pipa Semarang-Gresik dan Semarang-Muara Tawar. (ddn/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads