Begini Cara Dorong Swasembada Garam Versi Nelayan

Soraya Novika - detikFinance
Senin, 06 Jul 2020 13:54 WIB
Petani garam di Brebes
Foto: Imam Suripto/detikcom: Petani garam di Brebes
Jakarta -

Pemerintah menargetkan swasembada garam pada 2021. Namun rencana itu tak mudah direalisasikan karena kebutuhan terhadap komoditas tersebut terus meningkat. Ketua Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU), Witjaksono, menuturkan dengan luas 1.904.56 km persegi yang mencakup lebih dari 17.000 pulau, pulau kecil, dan fitur batuan, Indonesia sangat berpotensi menjadi negara produsen garam, jika dikelola dengan baik dan benar.

"SNNU ada untuk kemaslahatan umat yang berada disektor kelautan dan perikanan. Salah satunya kami berkeinginan untuk mewujudkan Indonesia swasembada garam," ujar Witjaksono dalam keterangannya, Senin (6/7/2020).

Langkah pertama untuk mewujudkan itu, sambung Witjak, adanya alih tekhnologi agar produksi garam nasional kompetitif di pasaran.

"Selama ini, imporsasi garam sangat tinggi, bahkan tahun 2020 saja, pemerintah memberikan kuota impor sebesar 2,9 juta ton naik yang tadinya 2,6 juta ton pada 2019 lalu. Tingginya impor garam karena kebutuhan akan garam industri, sementara produksi garam nasional dianggap tidak layak untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Untuk itu, kami (SNNU) mengajak pemerintah untuk turun tangan alih tekhnologi garam. Agar garam nasional bisa bersaing dengan garam impor," kata Witjak.

Upaya lain yang dapat dilakukan, sambung Witjak, adanya tata kelola produksi. Seperti adanya gudang-gudang di daerah sentra garam. Jadi, saat panen raya, garam bisa disimpan, agar pasokan garam tetap ada dan harga stabil.

"Sekarang masuk musim kemarau. Tapi petani garam sekarang enggan untuk produksi garam, karena harganya yang anjlok dan stok garam masih banyak sisa tahun kemarin," sambungnya.

Di samping itu juga, kata Witjak, masalah lain yang harus diselesaikan ialah kartel di garam. Karena, katanya, garam tidak jauh beda dengan beras, banyak yang bermain di dalamnya.

"Bersama pemerintah, pihak kepolisian, mari bersama pelan-pelan kita tumpas kartel garam. Agar Indonesia mampu mewujudkan swasembada garam, dan petani garam sejahtera," tandasnya.



Simak Video "Uniknya Garam Batu, Kupang"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)