Kabar Gembira Buat Milenial! Bisa Bisnis Sambil Rebahan

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 07 Jul 2020 13:11 WIB
Woman sitting on sofa using laptop in her cozy loft apartment
Foto: Getty Images/Morsa Images
Jakarta -

Memulai usaha baru terutama bagi kaum milenial bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Hal itu pun dibenarkan oleh Founder & CEO Baba Rafi Hendy Setiono, pengusaha asal Surabaya yang sukses membawa brand kebabnya mendunia. Menurut Hendy, dengan teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang pesat saat ini, kaum milenial bahkan berpeluang memulai bisnis sambil 'rebahan'.

"Jadi memang sekarang kesempatan untuk kita berbisnis. Di mana bisnis bisa dimulai sambil rebahan, bisa dilakukan dari kamar kos kita sendiri, dan potensinya besar," tutur Hendy dalam d'Mentor Trik 'Dapur' Ngebul detikcom, Senin (6/7/2020).

Ada strategi bisnis yang bisa ditempuh. Hendy mengatakan, untuk mencari produk atau lini bisnis yang hendak digeluti, kaum milenial tak perlu terpaku harus memiliki produknya sendiri. Ia mengatakan, dengan berkolaborasi pun kaum milenial berpotensi untuk memulai bisnis barunya.

Hanya bermodalkan ponsel dan internet yang kuat, kaum milenial bisa menjadi partner dari sebuah UKM yang sebelumnya sudah memiliki produk, misalnya makanan. Maka, milenial berpeluang untuk menjadi mitra pemasarannya dan meraup untung dari skema bisnis tersebut. Startegi bisnis ini jelas bisa dipertimbangkan di tengah pandemi.

"Kalau pada bingung, wah saya jualan apa ya sekarang? Ada 1 juta pelaku UKM (usaha kecil dan menengah) di Indonesia, ini bisa digandeng, bisa disinergikan. Kuncinya kalau kita mau jadi entrepreneur adalah kolaborasi di era sekarang. Tidak perlu kita punya produk sendiri, tidak perlu kita harus bisa masak atau menciptakan produk baru," tegas Hendy.

Hendy mengatakan, khususnya di era pandemi ini peluang bisnis sangat besar. Bahkan, seseorang berpotensi menjadi pebisnis sukses yang awalnya memulai dengan keterpaksaan. Misalnya saja, korban PHK atau pegawai yang dirumahkan tanpa gaji, terpaksa memulai usaha sendiri dengan modal seadanya untuk bertahan hidup.

Di tengah kebuntuan itu, seseorang dipaksa mengeluarkan kreatifitasnya untuk menyusun strategi bisnis di tengah pandemi.

"Selalu akan muncul orang-orang sukses baru dibalik krisis, pengusaha-pengusaha baru dibalik krisis, dan beberapa di antaranya justru sukses dan jadi besar kemudian hari. Awalnya mungkin dari keterpaksaan, mungkin ada yang dirumahkan, ada yang di PHK, dan sebagainya. Kemudian itu membuat spirit dan daya juangnya lebih tinggi dibandingkan kondisi normal," tutup Hendy.

(dna/dna)