Ramai Dikritik, Produksi 'Antivirus' Corona Bakal Dilanjutkan?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 07 Jul 2020 16:27 WIB
Mentan sambangi Menteri PUPR (Vadhia Lidyana-detikcom)
Foto: Mentan sambangi Menteri PUPR (Vadhia Lidyana-detikcom)
Jakarta -

Pembahasan produk eucalyptus yang sebelumnya diklaim Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai 'antivirus' Corona berlanjut dalam rapat kerja (raker) antara Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dengan Komisi IV DPR RI.

Selama rapat berlangsung, produk eucalyptus ini memang beberapa kali mendapatkan kritik. Tugas, pokok, dan fungsi (tupoksi) Kementan pun dipertanyakan dalam mengembangkan produk yang diklaim berpotensi 'membunuh' virus Corona ini.

Menjawab komentar Komisi IV, Syahrul mengatakan pihaknya siap jika Komisi IV memerintahkan untuk menghentikan proyek pengembangan produk 'antivirus' tersebut.

"Saya tidak akan pernah meninggalkan apa yang menjadi arah dan petunjuk Komisi IV sampai detik ini. Khusus untuk eucalyptus seperti itu. Kalau Bapak bilang berhenti ya saya berhenti," kata Syahrul di gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Namun, jika Syahrul mendapatkan restu untuk melanjutkan pengembangan produk eucalyptus ini, maka akan tetap berlanjut sesuai rencananya yakni produksi massal.

"Keputusan dan petunjuk Komisi IV ini menjadi pegangan saya. Saya lanjutkan kah atau tidak. Saya berhentikan saja hasil ini atau tidak. Kalau bapak support saya jalan terus, seperti apa supportnya nanti kita akan bicarakan," ungkap Syahrul.

Merespons Syahrul, Ketua Komisi IV DPR RI Sudin dari fraksi PDIP mengatakan proyek ini boleh dilanjutkan asal tidak menggunakan dana dari APBN.

"Tadi eucalyptus, tadi Pak Menteri seolah-olah menantang saya mau dilanjutkan atau tidak. Selama tudak memakai uang APBN yang tidak jelas, silakan. Tapi kalau pakai uang APBN saya tidak mau. Kalau nanti pakai uang APBN apa jadinya? Setelah gagal, yang kena siapa? Ya Pak Menteri dan saya," tegas Sudin.