Kritik Biaya Rapid Test, Bos Garuda: Menari di Atas Penderitaan

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 07 Jul 2020 18:40 WIB
banyuwangi Fasilitasi Rapid Test Gratis Peserta UTBK dan Sopir Non-Perusahaan
Foto: Ardian Fanani
Jakarta -

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra mengeluhkan biaya rapid test yang ditawarkan sejumlah pihak. Menurutnya, harga rapid test yang ditawarkan di luar masih tinggi sehingga minat penumpang untuk bepergian menggunakan pesawat rendah.

"Kami sungguh menyesalkan banyak orang kemudian menari di atas penderitaan kami hari ini, dengan menawarkan harga rapid test yang terlalu melambung," katanya dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi X DPR RI, Selasa (7/7/2020).

Untuk itu, pihaknya menyediakan fasilitas rapid test bagi penumpang dengan bekerja sama melalui PT Pertamina Bina Medika (Pertamedika). Rapid test itu disediakan oleh Angkasa Pura II di bandara.

Namun demikian, ia mengeluhkan tak semua penumpang dapat diakomodir sehingga calon penumpang terpaksa melakukan rapid test secara mandiri.

Menurut Irfan, tidak ada pengaturan harga maksimal rapid test membuat layanan ini kerap sulit diakses masyarakat.

"Hari ini ada yang mengatakan (biaya rapid test) sudah Rp 120.000, tapi ada yang bilang Rp 80.000. Jadi ini yang perlu terus-menerus kami cari kenapa masih ada yang Rp 350.000 sampai Rp 500.000," jelasnya.



Simak Video "Tarif Tertinggi Rapid Test Rp 150 Ribu, Sejumlah RS Kesulitan"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)