Dukung UMKM, Pertamina Salurkan Rp 1,2 M Lewat Pinky Movement

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikFinance
Rabu, 08 Jul 2020 10:35 WIB
Pertamina
Foto: dok Pertamina
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) II menghadirkan Program Kemitraan (PK) Pinky Movement guna mendukung UMKM bangkit dari tekanan ekonomi akibat pandemi COVID-19.

Pinky Movement sendiri merupakan inovasi Pertamina yang menjadi bagian dari program pembiayaan dan pembinaan yang bertujuan guna meningkatkan kemampuan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), terutama bagi sektor yang bersentuhan langsung dengan rantai bisnis Pertamina.

Adapun untuk program Pinky Movement ini, Pertamina MOR II menyalurkan dana sebesar Rp 1.260.000.000 dengan menjaring 16 mitra dari Pangkalan dan UMKM. Hingga Juli 2020, Pertamina MOR II melalui program kemitraan berhasil menyalurkan dana pinjaman modal kepada UMKM sebesar Rp 19.750.000.000 dengan total 133 mitra binaan yang ikut bergabung.

General Manager (GM) Pertamina MOR II Sumbagsel Asep Wicaksono Hadi, mengatakan Pinky Movement memiliki fokus utama yaitu UMKM yang dalam menjalankan usahanya menggunakan produk elpiji dari Pertamina serta pengusaha elpiji 3 Kg, untuk kemudian beralih menggunakan atau menjual produk Elpiji Non Subsidi yaitu Bright Gas 5,5 Kg atau Elpiji 12 Kg.

"Harapan dari program Pinky Movement ini semoga Membantu UMKM menjadi lebih mandiri terutama mereka yang terkena dampak COVID-19, dan sebagai pilot project program Pinky Movement," ujar Asep, dalam keterangan tertulis, Rabu (8/7/2020).

Salah satu calon mitra binaan Pertamina, pemilik Toko Rima Syafuddin Azhari mengapresiasi langkah Pertamina yang membantu kondisi UMKM. Ia pun berharap dengan bantuan program kemitraan ini, bisa memperluas usahanya di tengah pandemi.

"Saya sangat mengapresiasi sekali, membantu kami terutama yang minim modal, harapan dengan bantuan ini semoga bisa memperbesar dan memperluas usaha kami" pungkas Syafuddin.

Sebagai informasi, pemberian dana program Pinky Movement ini pun diberikan secara simbolis oleh Asep di kantor MOR II Palembang, Sumatera Selatan. Dengan diterbitkannya protokol pemberlakuan kondisi new normal oleh Pemerintah, diharapkan ruang gerak bagi pelaku UMKM mulai terbuka dan aktivitas usaha perlahan mulai kembali normal.

(ega/ega)