Perusahaan Chip Asal China Dapat Kuncuran Dana Rp 108 T

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 08 Jul 2020 16:47 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Produsen chip telekomunikasi terbesar di China, Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC) mendapat kucuran dana sebesar US$ 7,5 miliar setara Rp 108 triliun (Rp 14.380). Kucuran dana ini didapat dari sejumlah investor di China.

China berkomitmen untuk meningkatkan teknologi pembuatan chip dan menyamai tekonologinya dengan pesaing globalnya. China berusaha untuk bersaing dengan Amerika Serikat dalam mengembangkan teknologi masa depan.

Dikutip dari CNN, Rabu (8/7/2020) SMIC menyatakan ingin menggunakan uang itu untuk berinvestasi dalam meningkatkan teknologi chipset dan mengejar ketinggalan dengan pesaing globalnya.

Pekan lalu SMIC telah mengumpulkan dana US$ 6.6 miliar (Rp 95 triliun). Kini dana tersebut naik hingga US$ 7,5 miliar dan mengantarkan SMIC sebagai perusahaan dengan penjualan saham terbesar tahun ini.

Menurut data pemerintah, sebagian besar pasokan chipset China berasal dari perusahaan asing, baik untuk handphone maupun komputer. Tahun lalu China mengimpor chip senilai US$ 306 miliar (Rp 4.400 triliun) atau 15% dari nilai total impor negara itu.

Analis mengatakan bahwa SMIC masih memiliki jalan panjang untuk menyamakan perusahaannya dengan pesaing global. Kini SMIC tertinggal di belakang TSMC dan Samsung. Teknologi mereka dikatakan lebih canggih karena berhasil membuat chipset kecil di banyak teknologi.



Simak Video "Isu Tentara China Ngelaundry di Kelapa Gading, Polisi Turun Tangan"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)