Ritel Jas Langganan Presiden AS Ini Bangkrut

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 09 Jul 2020 10:17 WIB
business suit on Mannequin isolated with clipping path.
Ilustrasi/Foto: Thinkstock
Jakarta -

Brooks Brothers, pakaian pria berusia 200 tahun asal Amerika Serikat (AS) mengajukan bangkrut. Brooks Brother dikenal karena dipercaya membuat jas untuk 40 presiden AS dan bankir Wall Street.

Perusahaan ini bertahan ketika pakaian para elite bisnis semakin kasual dalam beberapa tahun terakhir. Tantangan Brooks Brother makin besar ketika pandemi virus Corona muncul, pandemi telah membuat permintaan jas anjlok.

Banyak pebisnis dan karyawan kini bekerja dari rumah. Dari awalnya menggunakan jas dan kemeja yang rapi nan necis, kini mereka memilih untuk menggunakan kaos dan celana olahraga yang jauh lebih santai di rumah.

"Meskipun pandemi sangat mengikis prospek bisnis, Brooks Brothers telah lama berjuang beradaptasi dengan tren yang berubah," kata Direktur Pelaksana GlobalData Retail, Neil Saunders dilansir CNN, Kamis (9/7/2020).

Brooks Brothers mengajukan bangkrut pada Rabu pagi di pengadilan Delaware, AS. Sekitar 700 pekerja di tiga negara bagian akan di-PHK.

Perusahaan menyatakan telah mengevaluasi berbagai opsi strategis, termasuk potensi penjualan. Seorang juru bicara perusahaan mengatakan mereka berharap untuk menyelesaikan proses penjualan semua koleksinya dalam beberapa bulan ke depan.

Brooks Brother kini sedang dalam proses penutupan 20% dari 250 tokonya yang tersebar di AS. Menurut pengajuan kebangkrutan, Brooks Brothers telah mendapatkan US$ 75 juta dalam pembiayaan untuk menjaga operasional perusahaan.

"Tujuan dari pengajuan ini adalah untuk mendapatkan pembiayaan tambahan dan memfasilitasi proses penjualan secara efisien untuk memaksimalkan nilai bagi para pemangku kepentingan kami dan memastikan bahwa merek ikonik kami diposisikan untuk terus berada di bawah kepemilikan baru," kata seorang juru bicara perusahaan.

Sebagai informasi, Brooks Brother membuka toko pertamanya pada tahun 1818 dekat Wall Street. Bertahun-tahun kemudian, mereka membuat pakaian jadi untuk pelanggan yang tidak bisa menunggu proses penjahitan. Pada tahun 1896, mereka membuat polo shirt button-down dan menawarkan banyak pakaian.

Claudio Del Vecchio, pemilik Brooks Brothers, membeli merek ini pada tahun 2001 dari Marks and Spencer seharga US$ 225 juta. Dia membantu memperluas daya tarik merek di luar busana formal pria, termasuk pakaian kasual, seperti bulu domba, dan pakaian untuk kaum muda.

Brooks Brothers adalah toko fesyen terbaru yang bangkrut. J.Crew, Neiman Marcus, JCPenney telah lebih dulu mengajukan kebangkrutan dalam beberapa bulan terakhir.

GlobalData Retail dalam risetnya menunjukan bahwa penjualan pakaian formal pria telah turun sebesar 74% antara April dan Juni.



Simak Video "Lord & Taylor Bangkrut Dihantam Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)