Penerbangan Meningkat, Lion Air Rekrut Lagi 2.600 Karyawan

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 10 Jul 2020 11:09 WIB
Ilustrasi pesawat Lion Air
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Lion Air Group akan merekrut lagi 2.600 karyawan yang sebelumnya tak diperpanjang masa kontraknya. Hal ini dilakukan dengan melihat tren operasional layanan penerbangan di 3 maskapai yakni Lion Air, Wings Air, dan Batik Air kian membaik.

"Dengan pertimbangan mulai dari jumlah frekuensi penerbangan yang mulai meningkat. Nah untuk itu ya Lion Air Group menawarkan kesempatan kepada kurang lebih 2.600 karyawan yang sebelumnya masa kontraknya tidak diperpanjang," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro kepada detikcom, Jumat (10/7/2020).

Danang mengatakan, saat ini Lion Air masih berkomunikasi dengan 2.600 karyawan tersebut mengenai tahapan-tahapan untuk perpanjangan kontak dan bekerja kembali.

"Ya tentunya ada proses koordinasi dan komunikasi. Karena kan antara 1 orang dan lainnya itu berbeda. Dan ada tahapan-tahapan proses berdasarkan ketentuan menurut HRD-nya di Lion Air Group," ungkap Danang.

Adapun faktor peningkatan frekuensi penerbangan itu menurut penilaian Lion Air Group antara lain sudah terjadi pergerakan perekonomian menuju arah yang lebih baik; harga uji kesehatan yang semakin terjangkau terutama metode uji kesehatan skrining awal dan cepat (Rapid Test COVID-19); akses mendapatkan uji kesehatan semakin mudah yang tersedia di beberapa titik lokasi; dan persyaratan dokumen perjalanan udara bagi penumpang semakin mudah.

"Kalau trennya ada peningkatan kapasitas itu dimulai Juli," tutur Danang.

Menurut Danang, perekrutan kembali ini akan terus disesuaikan dengan kondisi penerbangan di Lion Air Group.

"Dalam hal ini yang jelas berdasarkan dengan tren pertumbuhan yang akan meningkat pada bulan-bulan mendatang, tentunya disesuaikan dengan jumlah frekuensinya, jumlah produksinya pada bulan-bulan mendatang," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Lion Air Buka Suara Terkait Pengurangan Tenaga Kerja 2.600 Orang"
[Gambas:Video 20detik]