Butuh Dana Rp 38 T, India Mau Jual Saham 2 BUMN

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 10 Jul 2020 11:26 WIB
Krisis air bersih kerap membayangi kehidupan warga India yang tinggal di tempat kumuh. Kondisi kian sulit dengan merebaknya wabah virus Corona di negara itu.
Warga miskin di India. Foto: AP Photo
Jakarta -

India tengah mempertimbangkan rencana menjual kepemilikan saham 2 BUMN terbuka milik pemerintah demi mengumpulkan dana setelah habis-habisan dihajar Corona. Adapun dana yang dibutuhkan India saat ini adalah sebesar 200 miliar rupee atau US$ 2,7 miliar setara Rp 38 triliun (kurs Rp 14.000/US$) untuk menambal stimulus anggaran yang dikeluarkan selama masa pandemi COVID-19.

Dikutip dari Bloomberg, Jumat (10/7/2020), dua entitas BUMN India yang mau dilepas sahamnya itu adalah Coal India (produsen batu bara terbesar di dunia) dan IDBI Bank, bank yang saham terbesarnya dipegang oleh Life Insurance Corporation of India (LIC India), BUMN asuransi yang sahamnya 100% dipegang pemerintah.

Dalam proposal tawaran penjualan saham 2 BUMN itu disebutkan pemerintah akan menyerahkan valuasi harganya pada sentimen pasar. Akan tetapi, dalam penjualan saham Coal India, jika valuasi harga saham tidak menarik, maka perusahaan akan membeli kembali saham (buyback) dari pemerintah.

Pandemi COVID-19 telah menggagalkan banyak program prioritas anggaran Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi. Penyebaran penyakit yang cepat mendorong pemerintah untuk mengalihkan anggaran tadi fokus ke program-program kesejahteraan dan menggiatkan kembali ekonomi yang sedang berupaya pulih dari COVID-19.

Pada Februari lalu, Modi berencana mencari dana sebanyak 2,1 triliun rupee dengan menjual aset negara demi menjaga defisit anggaran sebesar 3,5% dari produk domestik bruto (PDB).

Terlepas dari biaya ekonomi, penyebaran infeksi terus berlanjut setelah jumlah positif COVID-19 di India melampaui Rusia dan menjadi negara dengan jumlah kasus terbanyak ketiga di dunia yakni mencapai lebih dari 740.000 kasus positif COVID-19, fakta ini semakin memberikan tekanan lebih lanjut pada keuangan Negeri Bollywood ini.

Lockdown yang belum pernah terjadi sebelumnya menghantam industri maskapai dan penurunan harga minyak dunia telah mengganggu rencana pemerintah untuk menjual maskapai penerbangan mereka, Air India dan BUMN penyulingan terbesar kedua di negara itu, Bharat Petroleum Corp. Ltd.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Cetak Rekor! Dalam Sehari India Catat 28.000 Kasus Corona"
[Gambas:Video 20detik]