Industri Penerbangan China Rugi Rp 70 T di Kuartal-II

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 10 Jul 2020 17:17 WIB
Industri Penerbangan China Menuju yang Terkuat di Dunia
Foto: Dok. Xinhuanet
Jakarta -

Industri penerbangan China mengalami kerugian sebesar 34,25 miliar yuan setara Rp 70 triliun (kurs Rp 2.000) pada kuartal-II. Kerugian ini akibat menurunnya jumlah penumpang selama pandemi virus Corona.

Dikutip dari Reuters, Jumat (10/7/2020) menurut data dari Civil Aviation Administration of China (CAAC) jumlah penumpang pada Juni ini turun 42,4% atau hanya 30,74 juta penumpang. Angka ini lebih baik dibandingkan bulan Mei dengan penurunan 52,6%.

Namun, kerugian kuartal-II menandakan pemulihan bagi industri penerbangan China. Pasalnya kerugian kuartal-I mencapai 38,1 miliar yuan setara Rp 78 triliun. Dengan jumlah penumpang pada kuartal-I turun 45,8%. Angka kerugian lebih besar dibandingkan kuartal-II.

Industri penerbangan China pun terbilang telah pulih lebih cepat dibandingkan negara lainnya. Hal itu didukung dari cepatnya penanganan kasus virus Corona yang mendorong pemulihan pada industri penerbangan.

Untuk meningkatkan keuangan perusahaan, beberapa maskapai penerbangan China baru-baru ini meluncurkan tiket diskon untuk penerbangan kemana pun. Namun, harus memenuhi persyaratan yang dibuat masing-masing maskapai.

Kesepakatan itu disambut dengan antusiasme konsumen yang besar dan banyak maskapai melakukannya.

China Eastern Airlines maskapai pertama pada Juni lalu yang menjual tiket penerbangan yang dinamakan "terbang sesuka hati" untuk perjalanan domestik khusus akhir pekan yang berlaku hingga akhir tahun 2020.

Hainan Airlines bulan ini menawarkan tiket penerbangan yang memungkinkan mereka melakukan perjalanan tak terbatas menuju dan dari pulau Hainan, tempat wisata tropis terpopuler di China.



Simak Video "Sederet Maskapai Dunia yang Bangkrut Gara-gara Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)