500 TKA China Masuk Konawe, Pengamat: Lebih Bijak Ditunda

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 11 Jul 2020 11:16 WIB
Tenaga Kerja Asing
Ilustrasi/Foto: Fuad Hasim
Jakarta -

Pemerintah dinilai harus berani mengerem kehadiran tenaga kerja asing (TKA) asal China di Konawe, Sulawesi Tenggara. Sebanyak 500 TKA ini direncanakan akan mengebut pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian alias smelter.

Pengamat ketenagakerjaan, Hadi Subhan mengatakan penghentian kedatangan TKA China ini lantaran momennya kurang tepat. Pasalnya, China merupakan epicentrum penyebaran virus Corona di dunia sehingga menimbulkan kekhawatiran.

"Saya melihat yang di Konawe, semua prosedur dan substansi sudah terpenuhi. Jadi tidak ada aturan yang dilanggar. Hanya mungkin lebih bijak ditunda sementara, menunggu pandemi lewat," kata Hadi saat dihubungi detikcom, Sabtu (11/7/2020).

Dia menilai kehadiran 500 TKA China di Konawe merupakan hal wajar karena mesin yang akan dipasang merupakan teknologi baru yang hanya dikuasai oleh negeri Tirai Bambu ini.

"Hanya masalahnya adalah timing yang kurang pas. Karena terkait masih pandemi, dan China sebagai episentrumnya," jelasnya.

Hal senada diungkapkan pengamat ketenagakerjaan lainnya, yaitu Aloysius Uwiyono. Dia bilang pemerintah harus lebih cermat semua sektor, tidak hanya mementingkan pertumbuhan ekonomi saja.

"Perlu diperhatikan pandemi COVID-19 sudah reda atau belum. Kalau pandangan pemerintah suda oke nggak bermasalah, ya oke silahkan. Tapi kalau masih merah ya jangan dulu," katanya.

Dia pun meminta pemerintah menerapkan komunikasi yang lebih baik mengenai kehadiran 500 TKA asal China ini. Pasalnya, jumlah tersebut sangat tinggi dan akan dipertanyakan oleh masyarakat sekitar khususnya yang tidak mendapat kesempatan bekerja.

"Soal urgensi pembangunan smelter perlu komunikasi antarpimpinan dan pekerja yang lancar. Karena itu perlu pekerja-pekerja tersebut. Apalagi diperlukan tukang masak untuk memasak makanan mereka, yang penting pengawasan terhadap mereka harus super ketat," ungkap dia.

Sebelumnya, sebanyak 500 TKA asal China mendapatkan izin Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk membangun pabrik smelter di Konawe, Sulawesi Tenggara.

Plt. Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker Aris Wahyudi menjelaskan yang sudah masuk pada tahap pertama ada sekitar 156 orang dan yang terbaru ada tambahan 105 orang, sehingga totalnya adalah 261 orang.

"Yang tahap pertama itu 156. Terus yang kemarin itu 102 atau 105, baru dua tahap," kata dia saat dihubungi detikcom, Jumat (10/7/2020).

Dari total 500 TKA itu, dirinya belum mendapatkan laporan kapan sisanya akan masuk ke Konawe.



Simak Video "Aksi Penolakan TKA China Dipukul Mundur, 105 TKA Lolos"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/eds)