Ford Abaikan Permintaan Pegawai yang Ogah Bikin Mobil Polisi

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 13 Jul 2020 10:39 WIB
FordPoliceUtility
Foto: Ford
Jakarta -

Karyawan produsen mobil asal Amerika Serikat, Ford mendesak perusahaan untuk berhenti menjual mobil polisi. Seruan ini muncul sebagai dukungan kepada orang kulit hitam setelah berbagai kasus pembunuhan dan rasisme yang dinilai dilakukan oleh kepolisian AS.

Namun desakan tersebut ditolak pihak Ford. CEO Ford Jim Hackett menjelaskan penolakan terhadap desakan dari karyawannya karena menganggap penjualan mobil polisi tetap dapat mendukung gerakan Black Lives Matter.

Hackett menjelaskan kredibilitas polisi tidak ada hubungannya dengan kendaraan yang mereka gunakan. Kecanggihan mobil Ford pun dapat meningkatkan perlindungan dan pelayanan ke masyarakat.

"Faktanya, mobil Ford yang memiliki kecanggihan dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan petugas untuk melindungi dan melayani masyarakat. Dengan kecanggihan mobil tersebut juga juga dapat membantu polisi lebih bertanggung jawab pada tugasnya," jelas Hackett, dikutip dari CNN, Senin (13/7/2020).

Pada kasus terbunuhnya George Floyd, oknum polisi AS tersebut menggunakan mobil polisi merek Ford Interceptor. Itu menjadi mobil polisi terlaris yang dijual Ford. Desakan pun semakin serius dengan didorong adanya petisi publik yang diunggah di Change.org telah mengumpulkan 12 ribu tanda tangan selama satu bulan.

Hackett menegaskan bahwa dirinya dan Ketua Eksekutif Ford Bill Ford atau William Clay Ford Jr tidak mendukung rasisme yang telah dilakukan oleh penegak hukum kepolisian. Dia menjelaskan Ford tetap mendukung kuat Black Lives Matter dengan tetap menjual mobil polisi produksi perusahaan. Dengan itu menjadi cara baru untuk mendukung keselamatan masyarakat.

"Kami akan melakukan keduanya, mendukung Black Lives Matter dan tetap memproduksi mobil polisi. Karena dengan ini menjadi cara baru meningkatkan keselamatan masyarakat di AS," ungkap Hackett



Simak Video "Aksi Black Lives Matter Terus Bergaung di Amerika Serikat"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)