Barang Ketinggalan di KRL, Jangan sampai 3 Bulan Nggak Diambil Ya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 13 Jul 2020 14:55 WIB
Suasana di Stasiun Poris dan gerbong KRL pagi ini.
Foto: Jehan Nurhakim/detikcom
Jakarta -

Penemuan uang Rp 500 juta di KRL oleh petugas dan dikembalikan ke penumpang tengah menjadi perhatian saat ini. Penemuan ini bukanlah yang pertama, ada ratusan barang yang ditemukan petugas karena tertinggal.

Perlu diketahui, ada prosedur terkait penemuan dan pengembalian barang ini. Dan jangan sampai 3 bulan tidak diambil karena biasanya akan disumbangkan.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menjelaskan, petugas KRL secara rutin melakukan pengecekan setelah kereta beroperasi. Jika ada barang yang tertinggal, barang tersebut dilaporkan ke lost and found system.

"Barang tertinggal wajib dilaporkan lost and found system," katanya di Kementerian BUMN Jakarta, Senin (13/7/2020).

Di saat yang bersamaan, penumpang yang barangnya tertinggal bisa lapor ke petugas. Layanan ini bisa diakses 24 jam.

"Penumpang dapat menghubungi petugas atau kontak center 121 yang beroperasi 24 jam untuk mengetahui keberadaan barangnya. Sistem ini sudah kami bangun sejak 2015," ujarnya.

Dia bilang, jika barang tidak diambil selama 3 bulan maka barang-barang itu akan diberikan kepada membutuhkan. Sebab, jika itu tidak dilakukan barang akan menumpuk di penyimpanan.

"Barang yang tidak diambil 3 bulan, biasanya tempat makan, minum, jaket atau pakaian layak pakai akan dibersihkan dan diberikan kepada yang membutuhkan. Karena kalau tidak gitu akan numpuk," jelasnya.

"Terakhir pada 4 Juni 2020 kami melakukan kegiatan sosial menyerahkan barang di Desa Cipayung, Bogor," ungkapnya.



Simak Video "Physical Distancing di KRL, Penumpang Dibatasi 35 Persen Per Gerbong"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/eds)