Jurus Banyuwangi Jaga Arus Investasi di Tengah Pandemi

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 13 Jul 2020 23:33 WIB
Pantai di Banyuwangi.
Foto: (Instagram/vilasolongbanyuwangi): Pantai Solong Banyuwangi
Jakarta -

Bumi Global Karbon Foundation tengah mendampingi Pemkab Banyuwangi, Jawa Timur, dalam menyusun laporan berkelanjutan (Sustainability Report) versi Global Reporting Initiative (GRI). Pendri Bumi Global Karbon Foundation ( BGKF), Ahmad Deni Daruri mengatakan penyusunan laporan berkelanjutan tersebut menjadikan Banyuwangi kabupaten pertama di Indonesia yang akan memiliki laporan berkelanjutan versi GRI standard.

"Artinya Banyuwangi sudah tiga langkah lebih maju dalam membuat laporan berkelanjutan yang akuntabel, terukur, dan tranparansi dalam memberikan informasi analisa risiko dampak kebijakan, dan pembangunan terhadap ekonomi, sosial, lingkungan dan tata kelola yang mumpuni," papar Deni dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (13/7/2020).

Sebagai informasi GRI adalah pelaporan berkelanjutan yang didirikan UNEP (United Nations Environtment Programme), Ceres & Tellus Institute pada 1997. GRI berkantor di Belanda.

Hampir di seluruh dunia, kota-kota terbaiknya, lembaga negara dan kementeriannya, industrinya melaporkan kinerja keberlanjutannya versi GRI standard. Laporan berkelanjutan ini juga sangat selaras dengan yang diminta PBB dalam hal Sustainability Development Goals (SDGs) yang terdiri dari 17 sasaran, dan rencana penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 29%; usaha sendiri dan 41% dengan bantuan luar negeri sesuai dengan Paris Agreement.

Hal itu akan menjadi terukur, akurat, kredibel, akan terungkap dalam laporan tersebut. Selain itu melalui laporan berkelanjutan versi GRI Standard, Pemkab Banyuwangi terkoneksi dengan apa yang diminta investor yang mendukung Taskforce on Climate-Related Financial Disclosures (TCFD) yang berkedudukan di Swiss, dan, investor yang selama ini membaca informasi perubahan iklim, air dan hutan dari CDP (Carbon Disclosure Project) yang berkedudukan di London.

Apa yang dilakukan BGKF dan Pemkab Banyuwangi merupakan langkah cerdas di masa pandemi Covid-19 untuk percepatan dan pemulihan ekonomi. Dengan membuat laporan tersebut akan menambah stakeholder lebih luas ke tingkat dunia, sehingga investor yang sustainable akan masuk ke Banyuwangi. Selain itu, untuk menyambut Indonesia sebagai anggota UNECOSOC 2021-2023

BGKF bekerja sama dengan GRI Indonesia untuk membantu UMKM di Banyuwangi sehingga meningkatkan daya saing. Serta akan menambah daya tarik investor. Sebagian UMKM akan dibantu menyusun laporan berkelanjutan versi GRI sehingga semakin akuntable dan tranparan.

Di sisi lain, BGKF adalah anggota GRI, TCFD dan satu-satunya partner CDP yang terakreditasi di Indonesia akan terus membantu daerah lain yang siap dengan tranparansi yang tinggi.

"Karena dengan membuat laporan berkelanjutan versi GRI standard, daerah tersebut telah melaksanakan Perpres 59 tahun 2017, UU No 16 Tahun 2016 tentang Paris Agreement, Perpres 61 Tahun 2011, Perpres 71 Tahun 2011 dan aturan lain yang berhubungan dengan pembangunan berkelanjutan," terang Deni.



Simak Video "Merasa Ditipu, Nasabah Laporkan Fikasa Group ke Polda Metro Jaya "
[Gambas:Video 20detik]
(hns/ang)