PSBB Kedua Bisa Bikin Ekonomi Makin Anjlok?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 14 Jul 2020 11:31 WIB
Pandemi virus Corona membuat dunia usaha babak belur.  COVID-19 juga diproyeksi mendatangkan malapetaka pada ekonomi Indonesia, bahkan dunia.
Foto: Antara Foto
Jakarta -

Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2020 tercatat 2,97%. Ini disebabkan oleh pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dilakukan di berbagai wilayah demi menekan penyebaran virus Corona.

Presiden Direktur Sucor Asset Management Jemmy Paul Wawointana menjelaskan saat ini kondisi pasar memang masih ada bayangan penurunan indeks. Namun saat ini kondisi IHSG secara fundamental masih lebih baik. Selain itu kondisi perbankan di Indonesia juga mengalami penurunan dari sisi laba bersih.

"Nah IHSG itu tergantung perbankan, optimisme tergantung perbankan juga," kata dia dalam acara diskusi online, Selasa (14/7/2020).

Dia menjelaskan saat ini perkembangan COVID-19 di Indonesia juga semakin mencatat penambahan jumlah orang yang terinfeksi. Apalagi ada pernyataan dari pemerintah provinsi DKI Jakarta yang akan kembali menjalankan PSBB untuk kedua kalinya. Hal ini juga akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Jemmy mengatakan, diharapkan penanganan yang cepat dan tepat dari pemerintah untuk COVID-19 ini tidak membutuhkan PSBB lanjutan.

"Mudah-mudahan sih nanti bisa dikontrol dan tidak menempuh PSBB atau lockdown yang membuat ekonomi tidak terlalu parah lagi," jelas dia.

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan ekonomi nasional akan negatif 3,8% pada kuartal II tahun ini.

Dia mengatakan merosotnya perekonomian Indonesia diakibatkan oleh kebijakan pembatasan sosial. Kemerosotan ekonomi tidak hanya dialami Indonesia, melainkan seluruh dunia, bahkan ekonomi global diprediksi banyak lembaga internasional defisit hingga 7%.



Simak Video "Erick Thohir Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Pulih 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/fdl)