Jatuh Tempo Desember 2005
Garuda Tak Sanggup Bayar Utang
Jumat, 30 Des 2005 10:26 WIB
Jakarta - PT Garuda Indonesia akhirnya menyatakan meminta penundaan pembayaran pokok utang kepada kreditor atau menyatakan kondisi standstill atas utang yang jatuh tempo pada akhir Desember 2005. Kondisi standstill tersebut dinyatakan pada Kamis (29/12/2005) seperti disebutkan dalam siaran pers yang diterima Jumat (30/12/2005).Namun demikian, Garuda berjanji akan tetap memenuhi kewajiban pembayaran bunga kepada para kreditor, termasuk kewajiban pembayaran kepada para lessor pesawat.Manajemen Garuda mengaku, keputusan tersebut sebelumnya telah didiskusikan dan didukung oleh Pemerintah Indonesia, selaku pemegang saham. Garuda akan melanjutkan pembahasan dengan Pemerintah untuk mencapai solusi terbaik, baik bagi Garuda Indonesia maupun bagi seluruh stakeholders-nya.Sekalipun Garuda telah mencapai perkembangan yang berarti dalam pembahasan mengenai rencana restrukturisasi hutang dengan pemegang saham sejak bulan November 2005, namun ternyata pembahasan lebih lanjut belum tercapai kesepakatan. Direktur Utama Garuda, Emirsyah Satar mengatakan, kejadian Bom Bali pada bulan Oktober 2005 telah memberikan dampak yang sangat besar terhadap kondisi keuangan Garuda. Peristiwa itu mengakibatkan Garuda mengalami kesulitan dalam menentukan dana yang dapat tersedia untuk pembayaran utang. Tragedi Bom Bali pada bulan Oktober telah berpengaruh sangat besar terhadap pencapaian pendapatan perusahaan kuartal terakhir tahun 2005, dan hal ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga semester pertama tahun 2006.Emirsyah menambahkan, faktor-faktor lain yang turut memperburuk kinerja Garuda adalah meningkatnya harga bahan bakar yang sangat tinggi, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, meningkatnya suku bunga, persaingan industri yang semakin ketat dll.Garuda Indonesia telah menunjuk Danareksa dan Rothschild sebagai penasihat keuangan yang akan membantu Garuda dalam proses pelaksanaan restrukturisasi hutang. "Garuda akan mengupayakan bahwa pembahasan yang dilakukan dengan kreditor tidak akan membawa dampak terhadap kegiatan operasional dan pelayanan kepada para pelanggan," kata Komisaris Utama Garuda.Lebih lanjut Emirsyah Satar mengatakan bahwa Garuda akan terus melakukan pembahasan dengan para pemegang saham untuk mencari solusi terbaik atas permasalahan yang terjadi saat ini sesegera mungkin. Dalam kondisi saat ini, kata Emirsyah, Garuda harus menjalankan sikap hati-hati dalam melakukan penanganan cashflow-nya. Garuda berencana melakukan pembayaran kepada para supplier, termasuk lessor pesawat agar kegiatan operasional dapat terus berjalan baik dan normal sehingga pendapatan perusahaan dapat ditingkatkan. "Kita akan menjaga kegiatan penerbangan dan pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan baik dan normal, merupakan hal yang sangat utama bagi Garuda saat ini," jamin Emirsyah.
(qom/)











































