RI Mulai Produksi Ventilator, Berapa Harganya?

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 14 Jul 2020 20:10 WIB
ITB dan PTDI bekerja sama untuk memproduksi ventilator portabel bernama Ventilator Indonesia. Sebanyak 500 ventilator diproduksi setiap minggunya.
Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Jakarta -

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan Indonesia sudah mulai memproduksi ventilator yang selama ini masih bergantung impor.

Ventilator tersebut dibuat oleh perguruan tinggi, perusahaan swasta, dan lembaga pemerintah.

"Jadi kami mencoba membuat ventilator, tidak hanya sekadar bisa memenuhi fungsinya sebagai alat kesehatan, dan tentunya ini semua yang kami sampaikan sudah disampaikan Pak Menkes, sudah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan dan sudah melakukan baik uji klinis maupun uji alat di BPFK (Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan)," kata dia dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (14/7/2020).

Lalu berapa harga ventilator buatan anak negeri tersebut? Untuk yang buatan ITB, UNPAD, dan Salman berbentuk CPAP Rp 16 juta. Lalu untuk buatan UI yang berupa CPAP dan CMV Rp 30 juta.

"Ya itu yang ITB bentuknya CPAP harganya Rp 16 juta, yang UI CPAP dan CMV Rp 30 juta, yang Dharma Group karena sifatnya ventilator emergency dan pneumatic base ini Rp 100 juta," ujarnya.

Selanjutnya ventilator emergency buatan BPPT Rp 20 juta, ventilator emergency buatan ITB Rp 18 juta. Lalu ada ventilator ICU buatan UGM yang masih dalam proses uji klinik.

"Yang masih dalam pengujian klinik itu adalah yang UGM khususnya untuk ventilator ambubag yang bisa juga dipakai untuk keperluan ICU," tambahnya.



Simak Video "Inovasi Covid-19 di RI: Pelacakan Genome- Produksi Alat Tes PCR"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/eds)