Bank Dunia Sebut RI Bisa Masuk Resesi kalau Ini Terjadi

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 16 Jul 2020 11:00 WIB
Mitigasi Dampak Ekonomi Virus Corona
Ilustrasi/Foto: detik
Jakarta -

Ekonomi Indonesia tengah berada di pinggir jurang resesi. Ekonomi RI di kuartal II-2020 hampir dipastikan mengalami kontraksi, sedangkan jika kuartal III-2020 kembali minus maka dipastikan ekonomi RI sudah jatuh ke jurang resesi.

Dalam laporannya, World Bank atau Bank Dunia sendiri tidak menjamin ekonomi Indonesia terbebas dari resesi. Ekonomi Indonesia bisa mengalami resesi jika infeksi COVID-19 terus bertambah banyak.

Sebab jika muncul gelombang kedua infeksi COVID-19, akan memaksa pemerintah untuk kembali menerapkan PSBB yang ketat di kuartal III dan IV-2020. Dengan begitu roda ekonomi kembali berhenti.

Bank Dunia juga memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2020 tidak tumbuh atau hanya 0%. Proyeksi itu bergantung pada beberapa hal dan tentu saja bisa berubah jika faktor-faktor pendukungnya berubah.

Direktur World Bank untuk Indonesia dan Timor Leste Satu Kahkonen menjelaskan, proyeksi itu berdasarkan 3 faktor. Pertama, pertumbuhan ekonomi global -5,2%. Kedua, perekonomian Indonesia dibuka sepenuhnya pada Agustus 2020. Dan ketiga, tidak adanya gelombang infeksi COVID-19 kedua.

"Jika salah satu dari asumsi ini berubah, maka ramalannya juga akan berubah," ucapnya dalam acara peluncuran laporan Bank Dunia untuk ekonomi Indonesia edisi Juli 2020 secara virtual, Kamis (16/7/2020).

Meski begitu, Bank Dunia memproyeksikan ekonomi RI akan pulih secara berangsur pada 2021. Diprediksi ekonomi RI di 2021 akan tumbuh 4,8% dan akan kembali ke 6,0% pada tahun 2022.



Simak Video "Bahu Membahu Selebriti-Petani di Korsel Hadapi Krisis Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(das/eds)