Jumlah Penduduk Miskin Naik, Sri Mulyani: Kota Lebih Tajam

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 20 Jul 2020 16:35 WIB
mentor keuangan
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani melaporkan adanya kenaikan jumlah penduduk miskin imbas besarnya tekanan ekonomi yang dihadapi Indonesia di tengah hantaman pandemi virus Corona.

Dari catatannya, persentase penduduk miskin sepanjang Maret 2020 mencapai 9,78%. Angka ini lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun 2019 yang hanya tercatat sebesar 9,41%

"Jumlah penduduk miskin naik dari sisi presentase 9,78%. Kalau dilihat desa dan kota alami kenaikan, kota lebih tajam dibanding kemiskinan di desa," kata dia dalam konferensi pers APBN KiTa, Senin (20/7/2020).

Kondisi ini, kata Sri Mulyani, jelas jadi perhatian serius pemerintah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan ketepatan penyaluran bantuan sosial dalam rangka Jaring Pengaman Sosial (JPS) COVID-19.

Selain itu, pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga diharapkan bisa menjadi stimulus untuk mengembalikan gairah ekonomi nasional yang sempat lesu.

Ia mengatakan, ekonomi Indonesia mulai menunjukkan tren yang positif pada Juni 2020. Ia bilang sejumlah kegiatan ekonomi mulai mengalami kenaikan.

"Ekonomi bulan Juni ada pembalikan kemudian berpacu meningkatkan sentimen dan tren positif. PMI Manufacturing, pajak, ekspor impor penerapan belanja modal itu tunjukkan tanda tanda turn around arah perubahan positif," kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan, tren positif itu dikarenakan adanya pelonggaran kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kondisi ini juga dirasakan oleh negara lain yang melakukan pelonggaran pembatasan sosial.



Simak Video "Sri Mulyani Sebut Jumlah Penduduk Miskin di Kota Meningkat"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)