RS BUMN Rogoh Rp 5,8 M untuk Laboratorium Corona

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 20 Jul 2020 15:00 WIB
Pegadang menjalani test swab PCR di Pasar Petojo Encek, Jakarta, Kamis (11/6/2020). Sebanyak 42 pedagang menjalani test swab pcr yang dilakukan oleh petugas kesehatan puskesmas kecamatan Gambir.
Ilustrasi PCR Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Menindaklanjuti sinergi penanganan dan antisipasi COVID-19 oleh Kementerian BUMN, Pupuk Kaltim saat ini sedang membangun Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) dan membantu 3 unit ventilator untuk alat bantu pernapasan, bagi pasien COVID-19 di RS Pupuk Kaltim.

Hal ini merupakan bentuk dukungan Pupuk Kaltim terhadap kebijakan Kementerian BUMN, terkait peningkatan kapasitas jaringan RS milik BUMN untuk penanganan pasien COVID-19 di Indonesia.

Diungkapkan Direktur SDM dan Umum sekaligus Ketua Tim Crisis COVID-19 Pupuk Kaltim Meizar Effendi, selaku anak usaha Pupuk Indonesia, Pupuk Kaltim senantiasa mendukung kebijakan serta upaya Kementerian BUMN untuk percepatan penanggulangan COVID-19. Apalagi di Bontang, kebutuhan laboratorium PCR dan ventilator sangat penting.

"Di Bontang belum ada laboratorium PCR, makanya kami menginisiasi dibangun di RS Pupuk Kaltim yang merupakan salah satu rujukan COVID-19 di Kaltim," ujar Meizar.

Dijelaskan Meizar, Pupuk Kaltim menggelontorkan dana senilai Rp 5,8 Miliar untuk peningkatan kapasitas RS Pupuk Kaltim, yaitu pembangunan Laboratorium PCR berupa bangunan beserta fasilitas pendukung dengan total senilai Rp 2,5 Miliar. Selain itu juga pembelian 3 unit ventilator beserta alat-alat pendukung dengan total senilai Rp3,3 Miliar.

Peningkatan kapasitas RS Pupuk Kaltim juga merupakan bentuk kepedulian Pupuk Kaltim untuk penanggulangan COVID-19 di Bontang, khususnya pemeriksaan swab PCR bagi warga yang dinyatakan reaktif dari hasil screening (Rapid Test), untuk segera dipastikan status kesehatannya. "Nantinya pemeriksaan swab atau PCR cukup di RS Pupuk Kaltim saja, tak perlu lagi ke rumah sakit di luar kota yang memakan waktu lebih lama," tambah Meizar.

Direktur RS Pupuk Kaltim Nurul Fathoni, menyambut positif sekaligus mengapresiasi keterlibatan Pupuk Kaltim dalam peningkatan kapasitas RS Pupuk Kaltim sebagai salah satu rujukan COVID-19 di Kaltim. Menurut dia, bantuan ini sangat dibutuhkan untuk penanganan pasien COVID-19, sehingga pihaknya bisa memberikan pelayanan yang lebih optimal dengan pemanfaatan fasilitas serta dukungan peralatan dari Pupuk Kaltim.

Laboratorium PCR yang kini dalam proses pembangunan diharap segera selesai, untuk dimanfaatkan secara maksimal dalam membantu Pemerintah dan masyarakat, khususnya pemeriksaan kondisi kesehatan pasien terhadap potensi paparan COVID-19 secara pasti. "Laboratorium PCR akan sangat membantu pelayanan bagi masyarakat dan daerah, khususnya mengetahui seseorang tertular COVID-19 atau tidak dengan cepat. Kami ucapkan terima kasih atas sinergi dan kerjasama Pupuk Kaltim melalui bantuan ini," tutur Nurul Fathoni.



Simak Video "Tips Hadapi Permintaan Harga Teman"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)