Maskapai Cekak Bayar Parkir Gegara Pesawat Banyak 'Nganggur'

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 21 Jul 2020 09:00 WIB
Airplanes side by side in airport
Foto: Getty Images/iStockphoto/gerenme
Jakarta -

Pandemi virus Corona (COVID-19) membawa dampak yang terlalu dalam buat industri penerbangan. Tidak hanya merugi karena penurunan jumlah penumpang, namun banyak biaya operasional lainnya yang tetap harus dibayarkan oleh pihak maskapai. Salah satunya biaya parkir pesawat, sebab belum semua pesawat bisa beroperasi seperti biasanya.

"Sekarang ini, kan pemerintah meminta kita semua untuk bisa memberikan dorongan terhadap produktivitas supaya ekonomi bergerak kembali, tentukan tidak langsung pesawatnya semua langsung terbang," ujar Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Denon Prawiraatmadja kepada detikcom, Senin (20/7/20).

Denon mengakui besarnya kerugian yang diderita industri penerbangan terjadi sejak adanya Corona. Kerugian paling besar dirasakan dari penurunan pendapatan sebab jumlah penumpang juga terus mengalami penurunan dari awal tahun.

"Januari dan Februari, turun karena international flightnya turun, akses ke China Mainland dan Saudi Arabia ditutup, di bulan Maret-Juni, itu kan domestik yang menurun, di akhir April ada PM 25 yang melarang orang mudik, tentu ini membuat aktivitas penerbangan hampir mendekati titik nol, Juni itu 35% sudah mulai berjalan, Juli ini diperkirakan sampai 50%. Jadi totalnya itu sampai Juni itu hanya 19 juta penumpang saja," paparnya.

Untuk itu, tidak heran bila kemudian banyak pesawat yang nganggur sepanjang pandemi ini. Namun, selain merugi dari sisi pendapatan dan biaya parkir, maskapai juga merugi dari sisi biaya perawatan pesawat hingga yang paling berat adalah sewa pesawat. Meski begitu, segala kerugian yang ditanggung tadi kini telah didiskusikan bersama pemangku kebijakan agar mendapat keringanan.

"Yang pasti potential revenue, potensi pendapatan, ada biaya-biaya yang harus dikeluarkan maskapai tapi dalam kaitan tersebut, maskapai juga berupaya diskusi dengan stakeholder, misalnya Angkasa Pura I, Angkasa Pura II, AirNav, penyelenggara Avtur, Pertamina, kemudian pihak leasing yang terutama ya," tuturnya.

Soal berapa biaya parkir yang harus ditanggung masing-masing maskapai dan sewa pesawat tersebut, Denon enggan buka suara, sebab setiap maskapai memiliki beban biaya yang berbeda-beda.

"Itu bisa ditanya ke pihak bandara dan biaya sewa juga beda-beda ya," imbuhnya.



Simak Video "Update Corona RI 7 Desember: Bertambah 261 Kasus, 420 Sembuh"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)