Gegara Teknologi, Omzet Es Krim Milik Lulusan Peternakan UGM Ini Naik

Inkana Putri - detikFinance
Selasa, 21 Jul 2020 20:03 WIB
es krim
Foto: shutterstock
Jakarta -

Hari ini Grab meluncurkan program #TerusUsaha di Kota Yogyakarta untuk mempercepat proses transformasi digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan bentuk dukungan terhadap program #BanggaBuatanIndonesia milik pemerintah.

Head of West Indonesia Grab Indonesia Richard Aditya mengatakan selain sebagai bentuk komitmen Grab, hadirnya digitalisasi diharapkan dapat membantu UMKM bertahan selama pandemi.

Selain itu, dia menyebut program #TerusUsaha dirancang sebagai solusi digitalisasi di era new normal ini, bagi seluruh UMKM dan pekerja lepas di Indonesia, termasuk Yogyakarta. Program ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang GrabForGood untuk memanfaatkan teknologi dan jangkauan Grab dalam meningkatkan kemampuan dan kapasitas, UMKM serta individu dalam era ekonomi digital ini.

"Dengan situasi dunia yang semakin bergantung pada kemampuan digital, UMKM harus merangkul teknologi dan melakukan digitalisasi atau mereka akan tertinggal. Dengan program #TerusUsaha, kami harap mampu membawa perekonomian masyarakat lokal menjadi lebih baik lagi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (21/7/2020).

Dampak digitalisasi UMKM telah dirasakan langsung oleh banyak UMKM, termasuk seorang pengusaha muda asal Yogyakarta Andromeda. Semasa kuliah peternakan di Universitas Gadjah Mada tahun 2008, Andro memulai bisnis Sweet Sundae Ice Cream hingga kemudian menjadi supplier berbagai hotel dan catering di Yogyakarta.

Namun, Andro mengatakan pandemi COVID-19 membuat bisnisnya menurun sehingga dirinya beralih ke bisnis online.

"Bisnis ini sangat berkembang, tapi saat masuk masa pandemi COVID-19, langsung mandek karena semua bisnis yang saya suplai pun terkena dampak negatif. Usaha saya pun langsung saya ubah dari yang tadinya hanya melayani bisnis, sekarang langsung menjual kepada pelanggan dan semuanya 100% online," ungkapnya.

Meskipun mengalami penurunan omzet, Andro akhirnya mendaftarkan bisnisnya sebagai merchant GrabFood. Ia mengatakan selama bergabung menjadi merchant GrabFood bisnisnya kembali meningkat drastis hanya dalam waktu satu bulan.

"Saya mendaftar ke SiBakul Jogja MarketHub milik pemerintah dan juga menjadi merchant GrabFood. Dalam kurun waktu satu bulan setelahnya, penjualan Sweet Sundae Ice Cream sudah kembali meningkat hingga 85% dan saya tetap bisa mempekerjakan 25 karyawan saya. Sangat bersyukur bagaimana teknologi tidak hanya membantu saya, tapi juga orang di sekitar saya," pungkasnya.

GrabGrab Foto: Grab


Tak hanya Andro, adanya digitalisasi yang dilakukan Grab melalui GrabFood dan GrabKios dirasakan banyak UMKM. Berdasarkan survei, terlihat peningkatan pendapatan hingga 35% menjadi Rp 51,7 juta per bulan, sedangkan rata-rata pendapatan agen GrabKios Yogyakarta meningkat menjadi Rp 9,6 juta per bulan sejak bergabung.

Selain itu, sebanyak 32% mitra merchant GrabFood Yogyakarta mengaku tidak perlu penambahan modal untuk meningkatkan bisnisnya.



Simak Video "Pelaku UMKM Klaten Geruduk Rumdin Bupati Terkait Subsidi Rp 2,4 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)