Kembalikan Denyut Pariwisata, Pemerintah Genjot Liburan Lokal

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 22 Jul 2020 16:03 WIB
Desa Penglipuran merupakan sebuah wilayah pedesaan yang menjadi ikon desa wisata di Bali. Desa ini menjadi tujuan wisatawan domestik dan asing.
Ilustrasi/Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa di era new normal tren wisatawan domestik di kota besar adalah berkunjung ke kota penyangga. Khususnya daerah yang memiliki alam yang indah dan bersih.

Luhut mencontohkan, misalnya masyarakat Jakarta, kemungkinan akan banyak berkunjung Puncak dan Sentul. Ataupun masyarakat Surabaya yang akan banyak berkunjung ke Banyuwangi atau Bromo.

"Tren juga menunjukkan wisatawan domestik akan berkunjung ke kota penyangga yang memiliki alam yang indah dan bersih. Jakarta, ke Puncak, Sentul. Kemudian, Surabaya, Banyuwangi dan Bromo. Ini bisa menjadi kunjungan yang banyak," kata Luhut dalam webinar yang diadakan oleh Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Rabu (22/7/2020).

Luhut mengatakan bahwa pemerintah mau meningkatkan kunjungan turis domestik di kuartal ke III 2020. Dia menyebutkan potensi wisatawan nusantara mencapai 300 juta perjalanan per tahun.

"Kita sama-sama di Q-III mencoba lakukan turis domestik kita naikkan bertahap sampai ke 70%. Nah Indonesia memiliki potensi besar 300 juta perjalanan tiap tahun," ujar Luhut.

Luhut menambahkan, Presiden Joko Widodo berpesan agar industri pariwisata fokus pada wisatawan berkualitas. Dilihat dari pengeluarannya, lamanya waktu berwisata, hingga kesadaran menjaga lingkungan hidup.

"Presiden Jokowi memberikan arahan agar pariwisata Indonesia berfokus pada capaian kualitas, lama tinggalnya dan pengeluaran wisatawan dan upaya merawat lingkungan hidup," ujar Luhut.



Simak Video "Luhut: Saya Tidak Mau Lagi Jadi Menteri Setelah 2024"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)