Ekonomi Q3 Harus Naik, Jokowi: Kalau Nggak, Nggak Ngerti Lagi Saya

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 23 Jul 2020 11:32 WIB
Presiden Joko Widodo memberi sambutan di sidang Terbuka ITB, Jumat (3/7/2020).
Presiden Jokowi/Foto: BPMI
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan ekonomi Indonesia harus naik di kuartal III tahun 2020. Jika tidak, dia bilang ekonomi nasional berada dalam masa yang sulit.

Dia menyebut, pertumbuhan ekonomi nasional akan tumbuh sekitar minus 4,3% sampai minus 5%. Kondisi ini merupakan dampak dari melemahnya ekonomi dunia yang terjangkit Corona.

"Oleh sebab itu, kita berharap di kuartal ketiga kita sudah harus naik lagi. Kalau nggak, nggak ngerti lagi saya, akan betapa lebih sulit kita," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Jokowi mengungkapkan Indonesia memiliki momentum meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada bulan Juli, Agustus, dan September. Beberapa upaya yang dilakukan pemerintah mulai dari mempercepat serapan anggaran belanja, hingga pelaksanaan program-program yang mendukung pemulihan ekonomi nasional.

"Kita hanya punya waktu untuk ungkit ini di Juli, Agustus, September. Kalau kita bisa mengungkit ini insya Allah kuartal keempat lebih mudah, tahun depan lebih mudah, kesempatan kita di bulan Juli, Agustus, September," ujarnya.

"Dan saya saya sampaikan ini juga kepada semua menteri agar belanja APBN di 3 bulan ini. Ini kesempatan kita di sini," tambahnya.

Mantan Wali Kota Solo ini pun menyambut senang pelaksanaan program penyaluran dana bergulir untuk koperasi. Dana yang digulirkan sekitar Rp 381 miliar dengan bunga sekitar 3%.

Dia pun meminta kepada Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki untuk mempercepat lagi program-program relaksasi dan restrukturisasi terhadap pelaku UMKM tanah air, khususnya yang terdampak Corona.

"Untuk itu saya mengajak kita semua untuk bergerak menumbuhkan ekonomi agar tidak makin turun tapi bisa diungkit lagi naik," ungkapnya.

"Total nilai yang diberikan tadi disampaikan menteri koperasi kurang lebih Rp 381 miliar, saya kira ini juga angka yang dan jangan berhenti besok tambah lagi minggu depan tambah lagi sehingga koperasi-koperasi yang kita miliki betul-betul likuiditasnya baik dan bisa memberikan pinjaman kepada para anggotanya," tambahnya.



Simak Video "Penjelasan BPS Soal Ekonomi RI 2020 Terburuk Sejak Krismon 98"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/eds)