Balada Perencana Keuangan Jouska 'Jualan' Saham Berujung Teriakan Klien

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 24 Jul 2020 14:39 WIB
Ilustrasi Uang Rupiah
Foto: Ari Saputra

3. Penjelasan Jouska

Founder dan Chief Executive Office (CEO) PT Jouska Finansial Indonesia, Aakar Abyasa Fidzuno, buka suara soal pemilihan saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) sebagai salah satu portofolio investasi bagi para kliennya.

Saat wawancara dengan CNBC Indonesia, Aakar menjelaskan ada beberapa pertimbangan mengapa saham LUCK masuk dalam rekomendasi yang bisa dipilih para kliennya.

"Kenapa LUCK? Kita memilih beli itu misal LUCK itu lagi uptrend [menguat] kala itu di 2019. Saham yang lagi uptrend kenapa tidak untuk direkomendasikan, kemudian sampai Mei (2019) itu mereka masih bagi dividen beda lho, itu beda sama saham gocap [saham Rp 50]. Dan kita tidak merekomendasikan investasi bodong. Saham yang ada di BEI itu legal untuk dijual dan dibeli," kata Aakar, kepada CNBC Indonesia, Selasa (21/7/2020).

Terkait dengan permintaan klien untuk menjual saham LUCK, Aakar mengatakan, bahwa Jouska juga sudah memberikan rekomendasi.

"Jika saat itu uptrend, maka artinya wajar untuk menjadi sebuah pilihan, apalagi jika pada masa tersebut market sedang sideways. Saham yang ada di BEI itu legal untuk dijual dan dibeli," tambah Aakar lagi.

4. Bagaimana Respons OJK dan Satgas Waspada Investasi?

Juru bicara OJK Sekar Putih Djarot mengungkapkan Jouska bukanlah lembaga jasa keuangan di bawah pengawasan OJK. Menurut dia, izin usaha Jouska tidak dikeluarkan oleh OJK.

"Jouska bukan lembaga jasa keuangan yang masuk dalam pengawasan OJK karena izin usahanya tidak dikeluarkan oleh OJK. Sehingga apabila ada keberatan dari klien perusahaan tersebut yang terkait dengan kegiatan investasi dapat melaporkan kepada satgas waspada investasi untuk dapat ditindak lanjuti," kata dia saat dihubungi detikcom, Rabu (22/7/2020).

Sementara Ketua satgas waspada investasi Tongam L Tobing menyebut jika manajemen Jouska Indonesia akan dipanggil oleh satgas karena terindikasi investasi bodong serta untuk menjelaskan perizinan dan kegiatan bisnis.

"Benar (indikasi investasi bodong), minggu depan kami panggil untuk menjelaskan izin dan kegiatan bisnisnya," kata dia saat dihubungi detikcom, Rabu (22/7/2020).

Tongam menyebut, saat ini Jouska sudah dikirimkan surat namun belum merespon. "Belum ada respon tapi kita akan bahas kegiatan ini minggu depan," jelasnya.

Lanjut ke halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2 3