500 TKA China ke RI, Luhut: Ciptakan Tenaga Ahli, Bukan Tukang Pacul

Hendra Kusuma - detikFinance
Minggu, 26 Jul 2020 08:16 WIB
Ilustrasi Luhut Binsar Pandjaitan
Foto: Ilustrasi Luhut Binsar Pandjaitan (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kembali buka suara terkait kehadiran 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China yang masuk ke Indonesia.

Luhut memastikan, kehadiran 500 TKA asal negeri Tirai Bambu ini bisa menciptakan 5.000 lapangan kerja baru, bahkan bisa menciptakan tenaga ahli dan bukan buruh kasar seperti tukang pacul.

"Semua hanya bicara tenaga kerja asing, kemarin datang 500 TKA. Anda tahu 500 ini ciptakan 5.000 tenaga kerja ahli, bukan tukang pacul," kata Luhut dalam acara bincang Investasi di Tengah Pandemi secara virtual, Sabtu (25/7/2020).

Luhut bilang kehadiran 500 TKA China ini seiring pengembangan proyek hilirisasi di Indonesia.

Hilirisasi dikembangkan lantaran Indonesia memiliki cadangan nikel ore terbesar dan terbaik di dunia. Potensi ini akan dikembangkan agar Indonesia memiliki peran paling tinggi ke depannya atas produk-produk yang berasal dari nikel ore, salah satu yang dikebut adalah lithium baterai untuk mobil listrik.

Luhut menambahkan Eropa sepakat akan mengandangkan seluruh mobil berbahan bakar minyak atau fosil pada tahun 2030, dan menggantikannya dengan mobil listrik. Oleh karena itu, Luhut meminta agar tidak ada ribut-ribut soal tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia. Bahkan dirinya menantang para pihak yang melontarkan kritikan terkait TKA asal China untuk melihat langsung ke lokasi pengembangan.

Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan memastikan 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China cuma boleh tinggal selama enam bulan di Indonesia. Lamanya waktu tinggal terhitung saat menginjakkan kakinya di tanah air.

Plt Dirjen Binapenta dan PKK Kemenaker, Aris Wahyudi mengatakan pemerintah bakal deportasi TKA China yang berada di Konawe, Sulawesi Tenggara jika melanggar ketentuan yang berlaku.

Jadi gini posisinya, mereka itu bekerja untuk jangka pendek, jangka pendek itu maksimum enam bulan, tidak boleh lebih dari enam bulan," kata Aris saat dihubungi detikcom, Sabtu (11/7/2020).

"Kalau lebih langsung dideportasi (sanksinya)," tambahnya.



Simak Video "Aksi Penolakan TKA China Dipukul Mundur, 105 TKA Lolos"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/zlf)