Trump Gelontorkan Stimulus Baru Rp 14.000 T

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 27 Jul 2020 10:53 WIB
Presiden AS Donald Trump mengenakan masker pertama kali di depan umum ketika ia mengunjungi Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed di Bethesda, Maryland pada 11 Juli 2020. (Foto oleh ALEX EDELMAN / AFP)
Foto: AFP/ALEX EDELMAN
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) kembali meluncurkan paket stimulus untuk penanganan pandemi virus Corona. Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan Partai Republik telah menyelesaikan RUU stimulus baru yang bernilai sekitar US$ 1 triliun setara Rp 14.500 triliun (kurs Rp 14.500).

Kudlow menjelaskan stimulus itu akan mencakup bantuan senilai US$ 1.200 (Rp 17 juta) untuk warga Amerika.

"Ada US$ 1.200 cek yang akan datang, itu akan menjadi bagian dari paket baru. Akan ada jeda kredit pajak untuk usaha kecil dan restoran. Ini paket yang sangat lengkap dan sangat tepat sasaran," ungkap Kudlow, dikutip dari CNBC, Senin (27/72020).

Stimulus ini juga akan mencakup US$ 16 miliar (Rp 232 triliun) dana baru untuk pengujian dan insentif pajak untuk mendorong perusahaan untuk mempekerjakan kembali karyawan.

Kudlow juga mengatakan pemerintah As berencana untuk memperpanjang moratorium federal atau pemberian penangguhan pembayaran sewa properti yang telah berakhir pada Jumat lalu. Program itu telah melindungi jutaan penyewa dan perusahaan dalam empat bulan terakhir.

Suplemen mingguan dana pengangguran senilai US$ 600 (Rp 8,7 juta) yang telah berlaku sejak Maret lalu juga rencananya akan diperpanjang. Namun, dengan nilai yang lebih rendah. Hingga saat ini dana yang akan berakhir pada akhir pekan ini belum jelas kapan akan resmi diperpanjang.

Meski di tengah tingginya kasus virus Corona dan dampak tingkat pengangguran yang kian memburuk. Pemerintah AS tetap optimis untuk pemulihan ekonomi negara. Segala pendukung akan terus ditingkatkan dari penyediaan lapangan kerja baru untuk mengurangi tingkat pengangguran lebih besar.

"Peluangnya pemerintah terus mendukung peningkatan dalam penciptaan lapangan kerja dan melakukan upaya pengurangan pengangguran," kata Kudlow.

Menurut Departemen Tenaga Kerja AS tingkat pengangguran AS telah melonjak hingga di atas 10% karena pandemi virus Corona. Hampir 32 juta orang AS sekarang menerima tunjangan pengangguran. AS melaporkan ada lebih dari 4 juta kasus virus Corona dan 146.484 kematian.





Simak Video "Saat Obama Tuding Trump Buat 'Reality Show' Demi Dapat Perhatian"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)