Belasan Ritel Bangkrut dan Tutup Toko, Ini Daftarnya

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 27 Jul 2020 19:15 WIB
jcpenney
Foto: Dok. Reuters

Ascena Retail Group

Pemilik Ann Taylor, LOFT, Lane Bryant dan brand pakaian wanita lainnya mengajukan kebangkrutan Kamis pekan lalu. Ascena berada dalam kesulitan keuangan bahkan sebelum pandemi Corona. Perusahaan melaporkan laba operasi positif hanya satu tahun dari lima tahun terakhir dan telah melaporkan kerugian operasi sebesar US$ 2,4 miliar (Rp 35 triliun) sejak musim panas 2014.

Pier 1 Impor

Ritel penjual peralatan rumah tangga diajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11 pada 17 Februari dengan beban utang sebesar US$ 340,6 (Rp 4,9 triliun) juta. Pier 1 Impor berencana menjualan aset penjualan online senilai US$ 31 juta (Rp 452 miliar) ke Retail Ecommerce Ventures.

Art Van Furniture

Perusahaan peralatan rumah tangga mengajukan kebangkrutan pada 8 Maret, dengan beban utang US$ 100 juta (Rp 1,4 triliun) hingga US$ 500 juta (Rp 7,2 triliun). Art Van Furniture akan menutup sebagian besar toko dari 190 tokonya di AS.

Modell's Sporting Goods

Brand olahraga ini menyatakan bangkrut pada 11 Maret, dengan beban utang US$ 1 juta (Rp 14 miliar) dan US$ 10 juta (Rp 145 miliar). Perusahaan mengatakan akan menutup semua yakni 140 toko yang tersisa.

True Religion

Merek denim True Religion mengajukan kebangkrutan pada 13 April, dengan beban utang senilai US$ 100 juta (Rp 1,4 triliun) hingga US$ 500 juta (Rp 7,2 triliun). Ini kebangkrutan ketiga yang diajukan True Religion.

Perusahaan berharap keluar dari jurang kebangkrutan akhir tahun ini, setelah mengumpulkan sekitar US$ 138,5 juta (Rp 1,9 triliun) dalam bentuk utang terjamin dan US$ 44 juta (Rp 641 miliar).

Neiman Marcus

Neiman Marcus menyatakan bangkrut pada 7 Mei, mencatat beban utang lebih dari US$ 1 miliar (Rp 14 triliun). Awal pekan ini, Neiman akan secara permanen menutup toko di mal Hudson Yards di New York City, termasuk penutupan dua toko di Florida dan satu di Washington.

JCPenney

J.C. Penney yang berkantor pusat di Plano, Texas, menyatakan bangkrut pada 15 Mei, yang mencatat lebih dari US$ 1 miliar (Rp 14 triliun) dalam liabilitas. Perusahaan telah mengumumkan lebih dari 150 penutupan toko dan PHK pada seribu pekerjanya.

GNC Holdings

Perusahaan produk kesehatan GNC Holdings menyatakan kebangkrutan pada 23 Juni, dengan beban utang lebih dari US$ 1 miliar (Rp 14 triliun). Mereka mengatakan akan menutup sebanyak 1.200 dari 5.200 toko di AS.

Halaman

(fdl/fdl)