Inflasi 17,11%, What's Next?

Ringkasan Berita Ekonomi

Inflasi 17,11%, What's Next?

- detikFinance
Selasa, 03 Jan 2006 10:02 WIB
Jakarta - Angka inflasi tahun 2005 sebesar 17,11 persen betul-betul seperti mimpi buruk menjadi kenyataan. Inflasi dua digit itu jauh dari target dalam APBNP-II 2005 yang hanya 8 persen.Sementara khusus untuk bulan Desember, akhirnya terjadi deflasi sebesar 0,04 persen. Lonjakan inflasi terutama disumbang oleh inflasi Oktober yang mencapai 8,7 persen, dan secara year on year mencapai 15,65 persen.Bank Indonesia pun terpaksa menaikkan BI rate hingga level saat ini yakni 12,75 persen. Dengan angka inflasi tahun 2005 sebesar 17,11 persen itu, para analis pun meyakini bahwa BI akan kembali menaikkan suku bunganya. Konsekuensinya, tingkat suku bunga kredit pun diyakini semakin melonjak dan berdampak pada perkembangan sektor riil. Demikian ringkasan berita ekonomi yang berhasil dirangkum detikcom, Selasa (3/1/2005). Berita lainnya adalah:Surplus Perdagangan TurunIndonesia kembali mencatat surplus perdagangan sebesar US$ 2,79 miliar pada bulan November 2005. Namun angka surplus itu lebih rendah dari bulan Oktober sebesar US$ 2,97 miliar.Impor BerasPemerintah diperkirakan akan mengimpor beras sebesar 110 ribu ton, jika mobilisasi beras lokal mencapai 30 ribu-40 ribu ton. Namun keputusan soal impor beras ini baru akan ditetapkan pada 5 Januari 2005. 3 Bank Siap Masuk BEJDi tengah maraknya go private di tahun 2005, sejumlah perusahaan menetapkan niatnya untuk memasuki lantai bursa tahun 2006. Tiga bank termasuk Bank Bukopin akan segera melantai di bursa. Sementara empat perusahaan lain yang akan melantai adalah dari sektor infrastruktur dan jasa lainnya. APBN 2005 Defisit Rp 13,97 TriliunDefisit APBN 2005 hanya mencapai Rp 13,97 triliun atau 0,52 persen dari PDB. Angka itu lebih rendah dari target semula sebesar 0,9 persen. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads